
PEKANBARU – Rapat paripurna DPRD Riau dengan agenda penutupan masa persidangan III (Mei–Agustus) 2025 sekaligus pembukaan masa persidangan I (September–Desember) 2025, Kamis (4/9/2025), sempat diwarnai interupsi sejumlah anggota dewan.
Salah satu interupsi datang dari Manahara Napitupulu (Fraksi Demokrat) yang menyoroti kedisiplinan dan kinerja koleganya di parlemen. Ia menyindir perilaku sebagian anggota DPRD yang dinilai jauh dari ekspektasi publik.
“Banyak hal terkait tugas kedewanan yang seharusnya kita evaluasi bersama. Tidak elok kalau di paripurna kita buka-bukaan soal perilaku kita sendiri. Untuk itu saya minta pimpinan mengundang rapat khusus seluruh anggota DPRD, agar kita bisa mengevaluasi sekaligus mengoptimalkan fungsi kedewanan,” kata Manahara dalam interupsinya, Kamis (4/9/2025).
Ia juga membandingkan aksi mahasiswa dan masyarakat Riau dalam beberapa hari terakhir yang berlangsung tertib sesuai aturan, sementara DPRD justru kerap lalai. “Kami tidak mau panjang lebar, cukup dari kita untuk kita. Jangan sampai DPRD Riau ini justru dikoreksi rakyat banyak,” ujarnya.
Rapat paripurna tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Riau Ahmad Tarmizi dan dihadiri Sekdaprov Riau Syahrial Abdi. Dari 65 anggota dewan, tercatat hanya 35 yang menandatangani daftar hadir. Namun, pantauan media menunjukkan jumlah yang benar-benar hadir di ruang sidang hanya 28 orang terlihat secara fisik. ***