PEKANBARU, GORIAU.COM - Pasca ditutupnya SD Al-Birra, Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru, Riau, banyak aksi protes yang muncul dari lapisan masyarakat. Kali ini datang dari sejumlah mahasiswa di Riau.


Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Penyelamat Pendidikan melakukan aksi ke Kantor DPRD Pekanbaru, Senin (19/1/2015). Mereka meminta agar wakil rakyat jangan hanya duduk berdiam diri menyaksikan para didik sekolah tersebut tidak melaksanakan proses belajar-mengajar.


"Kami menuntut hak adik-adik kami untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Mereka harus mendapatkan pendidikan seperti anak-anak lainnya," kata Korlap Aksi, Muhammad Fauzi.


Kasus penutupan SD IT Al-Birra secara sepihak oleh yayasan dan berdampak kepada 26 pelajar sekolah dasar dinilai sangat mencoreng dunia pendidikan Riau, terkhusus Pekanbaru.


Lambatnya penanganan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan Pekanbaru menyebabkan terlantarnya para pelajar tersebut. Sehingga juga muncul aksi dari pihak kepala sekolah, guru, wali murid hingga siswa terkait pada pekan lalu.


"Sudah 3 pekan mereka tidak bisa mengikuti dunia pendidikan, dimana letak hati nurani anda (anggota dewan, red) menyikapi kasus ini," tanya mahasiswa.


Saat ini aksi masih berlangsung dan mereka menunggu jawaban tegas atas solusi yang ditawarkan oleh wakil rakyat Pekanbaru untuk kasus ini.***