
PEKANBARU, GORIAU.COM - Provinsi Riau merupakan salah satu daerah dengan tingkat angka kecelakaan cukup tinggi. Rata-rata korban yang ditemukan merupakan usia-usia produktif seperti pelajar dan mahasiswa.
Penanaman konsep dasar tentang penting dan tertib berlalu kepada mereka generasi muda dianggap masih lemah. Mereka belum merata menerapkan pentingnya keselamatan berlalu lintas dalam aktivitas mereka sehari-hari.
Untuk itu, Jasa Raharja bersama pihak kepolisian di Riau menggagas sebuah kegiatan dengan tema 'Melalui Lembaga Pendidikan, Kita Bangun Budaya Tertib Berlalu Lintas'. Sesuai dengan konsepnya, Jasa Raharja menggarap edukasi berlalu lintas untuk kaum muda.
Kegiatan ini akan dilaksanakan di Universitas Islam Riau (UIR), Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau, Sabtu (8/11/2014). Ada sekitar 400-an peserta yang merupakan perwakilan dari seluruh universitas yang ada di Riau.
"Kontribusi usia produktif mencapai 25 persen. Mereka rata-rata pelajar dan mahasiswa. Melalui kerjasama ini, kita berharap mereka sebagai generasi muda bisa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas," kata Kepala Cabang Jasa Raharja Riau, Kun Wahyu Wadana, saat Jumpa Pers Jasa Raharja and Police Go to Campus and Safety Riding 2014, di Kantor Jasa Raharja Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Riau, Kamis (6/11/2014).
Mereka yang merupakan agen-agen perubahan diharapkan memberikan pengaruh besar mulai untuk diri mereka sendiri, keluarga hingga sosialisasi kepada masyarakat. "Mereka agen perubahan, sasaran untuk kegiatan ini bagus untuk mereka," kata Wahyu Wardana.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Riau, Kombes Pol Eri Safari, yakin jika kegiatan ini bisa menyerap pelopor-pelopor keselamatan dari mahasiswa untuk tertib berlalu lintas.
Karena kegiatan ini merupakan kerjasama yang baik selama ini antara Jasa Raharja dengan Dilantas. "Kami menangani saat kecelakaan, Jasa Raharja urusan pasca kecelakaan," kata Eri Safari.
"Mereka yang muda adalah mereka yang bisa menjadi pelopor keselamatan untuk semua. Karena sesuai data yang dirangkum kepolisian dan Jasa Raharja, usia produktif berada di tingkat kecelakaan lalu lintas tertinggi," sambung Eri.
Sosialisasi jangka menengah dan panjang tengah digagas yang akan digagas Dirlantas Polda Riau adalah membuat sebuah lagu untuk menyemarakkan dan menanamkan tertib berlalu lintas di tengah-tengah masyarakat.***