
PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Listrik di Pangkalan Kerinci, Pelalawan sudah delapan bulan berturut-turut sering mati dan hidup dan menyebabkan barang-barang elektronika milik warga rusak. Gerah dengan kondisi ini, warga berinisiatif menyurati Bupati Pelalawan H M Harris .
''Surat berikut tanda tangan warga sudah disiapkan. Insyaallah, Senin (19/11/2012) kami akan sampaikan ke Pak Bupati dan DPRD Pelalawan,'' kata Ketua RW 01 RW 04 Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Aprianto Jumat (16/11/2012).
Dengan disampaikan langsung aspirasi masyarakat pada kepala daerah dan pihak legislatif, sebut Anto diharapkan segera mendapatkan solusi. ''Dalam catatan warga, listrik yang dikelola BUMD sudah hidup mati lebih kurang delapan bulan terakhir dan kondisi ini sangat meresahkan masyarakat. Apalagi sehari kadang sampai 10 kali mati,,'' ungkapnya didampingi Ketua RW 04 Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Muslim.
Selain menyebabkan terjadinya lonjakan pembayaran rekening listrik, kondisi ini juga menyebabkan alat elektronik warga rusak. ''Kalau soal kerusakan elektronik ini bisa tanya langsung ke warga. Pastilah sudah sering ganti lampu, begitu alat elektronik lainnya juga rentan rusak,'' paparnya sambil menyebutkan, saking geramnya tiga hari lalu warga sempat memasang gembok pada gardu listrik di depan sekolah Bernas dan di KM 5, RW 05 Budiyanto.
Hingga saat ini, tambah Ketua RT 01 ini, warga juga menyesalkan tidak adanya pemberitahuan dari pengelola listrik PD Tuah Sekata apakah dilakukan pemadaman bergilir atau kendala lain. ''Sampai sekarang tak ada pemberitahuan apa kendala pihak PD Tuah Sekata, apa kami digilir 3 jam sekali atau kekurangan daya. Kalau kekurangan arus, tapi pemasangan baru informasi yang kami dapat tetap ada. Jadi entah bagaimanalah,'' ujarnya dan diamini sejumlah warga lainnya.
Direktur PD Tuah Sekata Drs H Fakhollazi saat dihubungi belum berhasil dikonfirmasi, beberapa nomor telepon selular milik bos BUMD Pelalawan tidak aktif. (kst)