PEKANBARU, GORIAU.COM - Lewat operasi penyamaran, aparat Polresta Pekanbaru akhirnya menangkap Brewok, sebutan bagi pengedar narkotika jenis sabu-sabu berinisial M yang telah menjadi incaran sejak lama. Pelaku ditangkap saat berada di Kebun Binatang Kasang Kulim, Kubang, Kampar, setelah masuk dalam perangkap aparat.
"Pelaku diamankan bersama barang bukti sabu-sabu seberat 200 gram," kata Kepala Satuan Reserse Narkoba, Kompol Hicca Siregar kepada wartawan di Pekanbaru, Senin (3/2/2014).
Seorang tersangka yang diamankan itu adalah M dengan panggilan Brewok, warga Jalan Kubang Raya, Kabupaten Kampar, berbatasan dengan Kota Pekanbaru.
Kronologi penangkapan tersangka menurut Kasat berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan maraknya peredaran barang haram itu di Pekanbaru dan sebagian Kampar.
"Dari situ kami kemudian melakukan penyelidikan hingga ada anggota juga yang melakukan penyamaran menjadi pelanggan atau pecandu sabu-sabu," katanya.
Setelah itu, kata dia, tersangka diminta untuk datang di suatu kawasan dekat rumahnya karena anggota memesan sabu-sabu dengan nilai puluhan juta rupiah. "Saat itulah tersangka Brewok ditangkap dekat Kebun Binatang atau mengarah pada pintu masuk ke Kebun Binatang Kasang Kulim," katanya.
Pelaku ini ditangkap pekan lalu sekitar pukul 19.30 WIB tanpa ada perlawanan. Selain berhasil mengamankan sabu-sabu, demikian Kompol Hicca, petugas juga berhasil menyita uang senilai Rp12 juta yang diduga sebagai hasil dari penjualan barang haram itu.
Selanjutnya dari hasil pengembangan, kata dia, aparat juga memeriksa rumahnya yang berjarak tidak jauh dari lokasi penangkapan."Di sana juga ditemukan dua unit timbangan digital yang diindikasi digunakan pelaku untuk membagi sabu-sabu dalam bentuk paket kecil, sedang dan besar. Lalu anggota juga mengamankan dua unit 'handphone' (telepon genggam)," katanya.
Sampai saat ini, kata dia, tersangka dan barang bukti telah berada di Mapolresta Pekanbaru untuk proses lanjutan. "Pengembangan masih terus dilakukan dengan memintai keterangan pelaku hingga melacak pelaku lainnya lewat 'handphone' yang disita," katanya.(fzr/ant)