
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Hari Raya Idul Adha kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Indragiri Hilir (Inhil), Riau, memutuskan untuk tidak menyelenggarakan kegiatan pawai takbir, hal ini dikarenakan Kota Tembilahan masih diselimuti kabut asap.
Atas keputusan yang telah diambil Pemkab Inhil itu, banyak masyarakat yang merasa kecewa, dikarenakan ini pertama kalinya tidak ada pawai takbir yang menyemarakkan hari besar umat Islam tersebut.
''Kita merasa aneh saja dengan keputusan Pemkab ini, padahal dalam momen lebaran, pawai takbir itu yang paling ditunggu-tunggu masyarakat,'' ujar Zainal Redo salah seorang pemuda di Tembilahan kepada GoRiau.com, Rabu (23/9/2015).
Tidak hanya itu, keputusan meniadakan pawai takbir, dikatakan Zainal terkesan terlalu lambat diputuskan, pasalnya, sudah banyak sekolah, masjid maupun mushala yang telah membuat persiapan untuk pawai takbir.
''Janganlah kabut asap yang dijadikan alasan, lagian, masyarakat Tembilahan ini, ada atau tidaknya asap, tetap saja keluar di jalan-jalan. Apalagi belum tentu tahun depan kita masih bisa jumpa dengan momen berharga seperti ini,'' keluh Zainal.
Selain itu, dibeberapa media sosial, topik peniadaan kegiatan pawai takbir ini juga menjadi pembicaraan hangat para netizen, dimana, banyak masyarakat yang kontra dengan keputusan yang diambil Pemkab Inhil kali ini.
Seperti yang ditulis oleh Andre di akun Facebooknya 'dari dalam perut mamak gua, sampai gua punya anak, baru kali ini Tembilahan tak ada takbiran'
''Pawai takbir dibatalkan, serasa tak jadi lebaran besok,'' komentar Ikhsan.
Sementara itu, ada juga warga yang mendukung kebijakan Pemkab Inhil ini, karena menurut mereka, kondisi udara saat ini memang tidak sehat.
''Keputusan ini tentu diambil karena sudah didiskusikan dengan baik oleh seluruh pihak terkait, pasti karena banyak mudaratanya jika tetap dilakukan, sehingga Pemkab berani ambil keputusan meniadakan pawai takbir,'' tulis Mahyuni Khalid.
''Suruh mereka baca. Pikirkan dan renungkan dengan pikiran sehat. Tentu ada pertimbangan kenapa kita meniadakan itu. Jangan cuma berpikir singkat dan prakmatis saja. Sebelum diputuskan semua sudah dipikirkan dampak baik dan buruknya,'' sebut Kabag Kesra Setdakab Inhil, HM Arifin menanggapi keluhan masyarakat Tembilahan.(ayu)