BAGANSIAPIAPI – Nelayan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir, kembali dikejutkan dengan temuan jasad terapung di perairan Panipahan, Rabu (4/12/2025) sekitar pukul 13.00 WIB. Temuan ini menambah daftar penemuan mayat misterius di kawasan bibir Pulau Sumatera dan perairan Selat Melaka.

Jasad berjenis kelamin laki-laki tersebut pertama kali ditemukan oleh anak buah kapal penangkap ikan yang sedang melaut. Setelah ditemukan, jasad MR X itu dievakuasi dan dibawa menuju Pos TNI AL Panipahan, Polairud Polres Rokan Hilir, dan Polsek Panipahan untuk penanganan lebih lanjut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan kondisi jasad sudah rusak dan sulit dikenali. Diduga kuat, korban telah berada di laut selama beberapa hari sebelum akhirnya ditemukan.

Kapolsek Panipahan melalui Kanit Reskrim, Aipda Ilyas, membenarkan adanya laporan dari nelayan terkait penemuan tersebut.

"Betul, kami baru saja menerima laporan dari nelayan yang menemukan mayat di perairan Panipahan. Kondisinya sudah rusak dan sulit dikenali," ujarnya.

Ia menjelaskan tidak ditemukan identitas atau tanda pengenal apa pun pada jasad tersebut.

"Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan menyebarluaskan informasi ini. Jika ada yang merasa kerabatnya belum kembali dari laut, mohon segera menghubungi polisi terdekat untuk memberikan informasi dan ciri-ciri khas korban," urainya.

Aipda Ilyas menambahkan bahwa jasad yang dievakuasi oleh nelayan diperkirakan tiba di Panipahan sekitar pukul 16.00 WIB.

Pada Selasa (2/12/2025), nelayan juga menemukan jasad lain di perairan Panipahan dalam kondisi serupa. Jasad berjenis kelamin laki-laki itu memiliki ciri berupa gelang tangan besi dan tato. Hingga kini, kedua jasad masih berstatus MR X.

Diduga kedua korban merupakan nelayan yang mengalami musibah angin kencang dan gelombang besar di perairan Selat Melaka pada Kamis (27/11/2025). Namun belum ada informasi yang memastikan apakah keduanya merupakan warga Rokan Hilir yang hilang saat melaut di perairan setempat. ***