PEKANBARU - Anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil Riau I, Hendry Munief, MBA mengunjungi Pondok Pesantren Hidayatullah Pekanbaru di Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Rabu (29/7/2026) sore. Agenda silaturahmi ini bertujuan memotivasi para pelajar agar mampu menjadi wirausahawan atau santripreneur yang mandiri secara ekonomi dengan berlandaskan nilai tauhid.

Kedatangan legislator tersebut disambut langsung oleh Ketua DPW Hidayatullah Riau, Ustadz Suheri Abdullah. Turut hadir dalam pertemuan itu tokoh perempuan Muslimat Hidayatullah, Ustadzah Marhamah, beserta jajaran ustadz, ustadzah, dan para guru pengajar pesantren.

Di hadapan para santri, Hendry menekankan bahwa generasi muda saat ini tidak hanya membutuhkan bekal ilmu agama, tetapi juga kecakapan finansial agar kelak menjadi solusi di tengah umat. Ia mendorong para santri untuk memanfaatkan digitalisasi dan perkembangan teknologi sebagai peluang usaha, tanpa meninggalkan nilai keislaman yang menjadi fondasi utama.

"Santri hari ini harus berani menjadi entrepreneur. Dengan bekal nilai tauhid yang kuat, mereka tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga menghadirkan keberkahan dan manfaat bagi masyarakat," tegasnya.

Sebagai informasi, Pondok Pesantren Hidayatullah dikenal dengan sistem Pendidikan Integral Berbasis Tauhid yang memadukan kurikulum nasional dan kepesantrenan. Lembaga pendidikan Islam ini pertama kali didirikan oleh KH Abdullah Said di Karang Bugis, Balikpapan, Kalimantan Timur, 5 Februari 1973 silam.

Hingga kini, jaringan pesantren tersebut telah berkembang pesat menjadi skala nasional dengan sekitar 600 titik cabang di 37 provinsi di Indonesia, termasuk Riau dan Pekanbaru. Khusus di wilayah Riau, lembaga pendidikan ini terus memperkuat kemandirian ekonominya melalui berbagai unit usaha produktif, mulai dari sektor ritel, pertanian, peternakan, hingga perikanan.

Kunjungan dan motivasi kewirausahaan ini menjadi salah satu bentuk dorongan agar santri terus berinovasi dan berkontribusi secara nyata dalam pembangunan ekonomi umat, sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. ***