BENGKALIS, GORIAU.COM - Proyek peningkatan sejumlah ruas jalan dalam kota Bengkalis yang diduga menelan anggaran mencapai Rp16 miliar lebih, namun kualitasnya amburadul masih terus mendapat sorotan warga. Kalangan dunia usaha konstruksi sendiri meminta aparat penegak hukum, Kejaksaan Negeri (kejari) Bengkalis untuk mengusut proyek tersebut.

Seperti disampaikan Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi Seluruh Indonesia (Gapensi) Bengkalis, Suhaimi, SE, bahwa kualitas pengerjaan hotmix dalam kota yang meliputi ruas jalan protokol itu sangat mengecewakan. Padahal anggaran yang digelontorkan mencapai belasan miliar, Di sisi lain badan jalan yang diaspal sudah ada yang berlobang-lobang, tidak rata dan belang-belang.

''Kita berharap aparat penegak hukum mengambil tindakan. Proyek itu diduga ada kongkalikong pada saat pelelangan, kemudian disaat pengerjaan fisik dikerjakan asal-asalan. Kejari Bengkalis diminta turun tangan mengusut proyek peningkatan jalan dalam kota Bengkalis yang sebenarnya belum perlu diaspal hotmix lagi karena kondisi jalan sebelumnya masih bagus,'' pinta Suhaimi, Minggu (15/12).

Dikemukakannya, proyek jalan tersebut selain dikerjakan asal-asalan juga dari sisi anggaran dinilai cukup besar, tidak sesuai dengan pekerjaan yang ada di lapangan.Ia mendesak supaya proyek tersebut diperiksa, mulai dari proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP), rekanan, PPTK dan KPA.

Ketika hal tersebut dikonfirmasi kepada Kajari Bengklis melalui Kasi Pidsus Arjuna Meghananda, ia belum mau berkomentar soal itu, karena sedang berada di luar kota. Arjuna menyebut akan mengkonfirmasikan soal proyek peningkatan jalan dalam kota Bengkalis itu ke media, Senin besok.

Sementara Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkalis, Tarmizi mengungkapkan bahwa proyek aspal hotmix dalam kota Bengkalis itu dinilainya tidak ada masalah. Diakuinya, memang ada badan jalan yang berlobang setelah diaspal, tetapi ada pemeliharaan berkala yang dilakukan rekanan terhadap mutu dan kualitas jalan yang dikerjakan.

''Ada masa pemeliharaan yang masih berlaku. Jadi kalau ada jalan yang sudah diaspal hotmix berlobang, masih dalam tanggungjawab rekanan pelaksana kegiatan. Soal adanya badan jalan belang-belang juga masih dalam masa pemeliharaan,'' papar Tarmizi.

Mantan pejabat di Bappeda Bengkalis ini juga mengatakan kalau budget (anggaran) proyek peningkatan jalan dalam kota Bengkalis tidak mencapai Rp16 miliar. Ia menyebutkan hanya berada pada kisaran, Rp 4 miliaran, meski ia sendiri tidak tahu secara pasti berapa nilai nominalnya.jfk