PEKANBARU, GORIAU.COM - Meski 'hotspot' (titik panas) minim beberapa hari belakangan, namun kabut asap tetap 'menumbangkan' korban-korbannya. Dalam sehari, jumlah korban sakit di Riau tembus di atas 3 ribu jiwa.

Hingga Rabu 7 Oktober 2015, korban kabut asap tercatat 61.017 jiwa, meningkat sebesar 3.481 jiwa dari 57.536 jiwa pada hari sebelumnya.

"Jumlah tersebut diprediksi meningkat karena kabut asap yang makin pekat menyelimuti Provinsi Riau dan daerah sekitarnya," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Andra Sjafril, Rabu (7/10/2015).

Berdasarkan data yang berhasil dirangkum GoRiau.com, per 29 Juni-6 Oktober 2015, penderita ISPA sebanyak 50.741 jiwa. Pneumonia sebanyak 893 jiwa. Asma sebanyak 2.409 jiwa. Penderita sakit mata sebanyak 3.040 jiwa, disusul penderita penyakit kulit sebanyak 3.934 jiwa.

Kemudian, jumlah penderita ISPA per Kabupaten terhitung dari 29 Juni hingga 6 Oktober 2015 adalah sebagai berikut, Dumai sebanyak 4.258 jiwa. Indragiri Hilir sebanyak 1.773 jiwa. Kampar sebanyak 2.573 jiwa. Rokan Hulu sebanyak 4.657 jiwa. Siak sebanyak 5.814 jiwa, Kepulauan Meranti sebanyak 788 jiwa.

‎Kemudian Bengkalis sebanyak 4.907 jiwa. Pelalawan sebanyak 2.203. Rokan Hilir sebanyak 2.127 jiwa. Kuansing sebanyak 5.813 dan Indragiri Hulu sebanyak 3.400 jiwa dan Pekanbaru sebanyak 12.428 jiwa.

Satu per satu anak-anak di Riau mulai 'berjatuhan' akibat kabut asap yang tak kunjung reda. Sebelumnya, seorang anak perempuan yang duduk di bangku kelas 5 SD bernama Muhanum Anggriawati mengalami gagal pernafasan dan dinyatakan meninggal, Kamis (10/9/2015) lalu.

Kemudian balita bernama Gibran Doktora Deysra balita berusia 13 bulan dan Silvia Natalia Boru Manalu balita yang masih berusia 10 bulan dirawat di rumah sakit akibat terkena radang paru-paru. Lalu, M Fadh Faisal yang masih balita berumur 15 bulan juga dirawat di rumah sakit akibat mengalami infeksi saluran pernafasan.

Selain itu, Muhammad Iqbal (31) juga dinyatakan meninggal dunia, Senin (5/10/2015) sore kemarin, akibat terlalu banyak terpapar asap. Nyawa almarhum tak sempat ditolong, karena mengalami sesak nafas hebat.

Selanjutnya, Silvia Natalia Boru Manalu, yang masih berusia 10 bulan. Anak bungsu dari pasangan Manalu dan Boru Juntak ini lemas tak berdaya disalah satu kamar Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru, dengan kondisi infus di tangan, serta selang oksigen dan selang uap di hidungnya.

Kedua orangtua mereka cuma bisa pasrah sambil menatap dalam-dalam penderitaan sang anak, yang terlihat terengah-engah akibat kesulitan bernafas.

Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Rabu pagi, visibility (jarak pandang) di Pekanbaru 500 meter, Rengat 100 meter, Dumai 400 meter, dan Pelalawan 200 meter.

"Secara umum cuaca wilayah Provinsi Riau (7/10/2015) cerah berawan disertai kabut asap dengan peluang hujan intensitas ringan hingga sedang tidak merata pada sore atau malam hari di wilayah Riau bagian utara, timur dan tengah," sebut Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Sugarin, Rabu pagi.

Lanjut Sugarin, menurut pantauan satelit Terra dan Aqua, Rabu pagi, ditemukan 421 titik panas atau hotspot di lima provinsi, di Sumatera, diantaranya Sumatera Selatan 351 titik panas, Jambi 14 titik panas, Lampung 45 titik panas, Bengkulu empat titik panas, dan Bangka Belitung tujuh titik panas. Sedangkan di Provinsi Riau nihil tidak ada titik panas.***