JAKARTA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat akan menggelar Pekan Olahraga Beladiri Nasional (POBN) di Solo, Jawa Tengah 2023. Rencana itu disampaikan Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman saat rapat dengan 16 cabang olahraga (cabor) beladiri di Gedung KONI Pusat Senayan, Jakarta, Selasa (24/1/2023).

"Ya, KONI memang akan menggelar Pekan Olahraga Beladiri Nasional di Solo, Jawa Tengah, Juni mendatang. Seluruh cabor beladiri yang hadir mendukung rencana tersebut," kata Sekjen KONI Pusat, Ade Lukman.

Menurut Ade Lukman, pekan olahraga khusus cabang olahraga beladiri ini bisa dijadikan sebagai ajang kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON). "Rencananya sih digelar setiap dua tahun sekali. Cabor beladiri bisa menjadikannya ajang kualifikasi PON," ungkapnya.

Rencana KONI Pusat menggelar Pekan Olahraga Beladiri Nasional tersebut mendapat dukungan dari 16 cabor yang hadir. "Ya, kita akan memberikan dukungan terhadap rencana tersebut. Tinggal ditentukan saja waktunya biar kita bisa melakukan persiapan," kata Ketua Umum Pengurus Pusat Kick Boxing Indonesia (PP KBI), Ngatino yang ditemui usai rapat.

Menurut Ngatino yang juga Sekjen Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), pekan olahraga khusus beladiri ini sangat membantu induk-induk organisasi beladiri karena ada event bergengsi tingkat nasional sekaligus babak kualifikasi PON yang disiapkan KONI Pusat. Bahkan, Ngatino, menyebut adanya pekan olahraga tersebut akan mengurangi permasalahan perpindahan atlet yang selama ini mewarnai pelaksanaan PON.

"Kalau pelaksanaannya digelar selama 2 tahun sekali berarti akan mengurangi permasalahan perpindahan atlet di PON mendatang. Karena, setiap atlet yang tampil di pekan olahraga khusus beladiri tidak akan bisa pindah ke daerah lain apalagi jadi ajang pengumpulan poin untuk menentukan atlet tampil di PON," ungkapnya.

"Ya, kita mendukung rencana KONI Pusat menggelar pekan olahraga khusus beladiri yang dijadikan ajang kualifikasi PON. Karena, event tingkat nasional yang selama ini sangat kurang secara otomatis bertambah. Istilahnya jam terbang atlet akan semakin bertambah," kata Ketua Umum PB Pertina, Komarudin Simanjuntak. ***