
PEKANBARU - Gubernur Riau, H Aryasdjuliandi Rachman memimpin langsung rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) fasilitasi pelaksanaan tugas dan fungsi instansi vertikal dalam rangka persiapan menyambut bulan Ramadan & hari raya Idul Fitri 1437 H. Selama rapat berlangsung, kondisi buruknya infrastruktur jalan dan kenaikan harga sembako menjadi isu yang diperbincangkan sejumlah kabupaten/kota. Pasalnya, kondisi ini selalu menjadi permasalahan yang harus di hadapi Riau selama bulan ramadan dan Idul Fitri.
Pada kesempatan ini, 12 kabupaten/kota di Riau menyampaikan keluhan dan kondisi terkini di wilayahnya. Diantaranya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan lebih menekankan pada penertiban warung remang-remang dan penyakit masyarakat (pekat). Labelitas halal dan haram makanan yang beredar di Pelalawan, yang dikhawatirkan tidak halal.
Selanjutnya, Pemko Pekanbaru melaporkan telah mengeluarkan surat edaran kepada tempat-tempat hiburan dan warung makan untuk menertibkan aktivitas mereka. Bersama dengan dinas terkait juga, mereka menyasar peredaran makanan formalin selama bulan ramadan.
Kemudian, kenaikan sembilan bahan pokok (Sembako) menjadi topik pembahasan Pemkab Rohil , Indragiri Hulu dan Kota Dumai. Dimana, ketiga daerah tersebut memaparkan lonjakan harga bahan pokok dan ketersedian panganm. Kenaikan harga itu terjadi pada harga gula pasir, cabai, dan bawang mengalami kenaikan harga mencapai 20 persen, serta harga kacang hijau naik 13 persen.
Sementara itu, terkait persiapan menyambut Idul Fitri, Pemkab Kampar akan menyiapkan sembilan posko selama Idul Fitri pada titik-titik yang rawan kecelakaan dan kejahatan di sepanjang jalan lintas Kampar. Yang mana, dalam pos itu nanti akan diisi oleh anggota TNI, Polisi, Satpol PP dan tenaga medis.
Tak jauh berbeda, Pemkab Rokan Hulu terfokus pada kondisi penyempitan jalan di ruas lintas Rohul ke Sumatera Utara yang telah menyebabkan banyak korban meninggal dunia. Pemkab Rohil juga mengeluhkan perbaikan jalan yang belum sepenuhnya merata, sehingga kondisi infrastruktur jalan masih jauh dari kelayakan. ***