
PEKANBARU, GORIAU.COM - Polresta Pekanbaru telah berhasil membekuk ketua geng motor yang melakukan pembacokan. Ketua geng motor ini ternyata seorang resedivis curanmor.
Hal itu disampaikan Kapolresta Pekanbaru, Kombes Adang Ginanjar sebagaimana dikutip goriaucom dari riaukitacom Selasa (2/10/2012) pagi ini di Pekanbaru.
Menurutnya, kini ketua geng motor itu telah meringkut dalam tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang membacok korbannya dengan senjata tajam.
''Tim kita masih melakukan pemeriksaan. Ini guna mendalami siapa saja yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut,'' kata Adang.
Untuk sementara itu, ketua geng motor yang berhasil diringkus, diketahui seorang resedivis curanmor. Selama ini pelaku acap kali terlibat dalam aksi curanmor yang ada di Pekanbaru.
''Resedivis inilah yang membentuk geng motor dengan merekrut para pelajar,'' kata Adang.
Sebagaimana diberitakan tadi malam geng motor yang melakukan pembacokan terhadap warga akhirnya berhasil ditangkap. Malam tadi pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan.
''Malam ini kita berhasil meringkus seorang pelakunya. Kita masih melakukan pemeriksaan,'' kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Adang Ginanjar.
Untuk saat ini memang baru satu pelaku yang berhasil dibekuk. Dari sana nantinya akan kita kembangkan siapa saja yang terlibat dalam aksi brutal tersebut," kata Adang.
Adang belum bisa menyebutkan indentitas pelaku tersebut. "Tim kita masih melakukan pemeriksaan. Karena baru malam ini pelakunya tertangkap," kata Adang.
Sebagaimana diberitakan pada Minggu (30/9/2012) dinihari, geng motor membacok seorang warga. Padahal warga tersebut tidak bagian dari kelompok geng motor yang ada di Pekanbaru. Namun para geng motor tetap melakuka penganiayaan dengan cara membacok tangan korban. Korban saat ini masih terbaring di RSUD Arifin Achmad.
Sebelumnya juga diberitakan, Febriandi (20), satu di antara korban pembacokan geng motor di Pekanbaru masih trauma berat dan masih dirawat di RSUD Arifin Ahmad. Korban merupakan warga jalan Suka Karya, Kualu Pekanbaru merupakan korban pengeroyokan geng motor pada Minggu dinihari (30/9/12/2012) lalu,di komplek Taman Labuai MTQ.
Febriandi mengalami luka sangat parah di pergelangan tangannya karena bekas senjata tajam. Jari telunjuk dan jari manis tangan kirinya hampir putus. Dibagian kaki juga terlihat banyak bekas bacokan dan dikepalanya hampir merata lebih dari 30 bekas bacokan yang diterimanya.
''Anak saya masih trauma berat. Tiap kali ada orang menjenguknya, dia masih merasa ketakutan,'' kata ibu kandung korban, Radias.
Selama dalam perawatan, lanjut Radias, Febriandi sering mengalami keanehan seperti ketakutan dan takut melihat orang yang masuk ke kamarnya. kadang dia menjerit ketakutan, dan kadang menjerit meminta tolong. ''Anak saya ini benar-benar trauma atas kejadian itu. Dia akan berhenti menjerit jika kita sudah mendekatinya,'' kata sang ibu.
Sebelumnya, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Adang Ginanjar mengungkapkan tim khusus telah dibentuk dan telah bekerja untuk menanggulangi aksi brutal geng motor. ''Kita tidak akan tolelir lagi buat geng motor ini. Selama ini jika mereka tertangkap, selalu ada penangguhan penahanan. Kali ini tidak akan ada lagi penangguhan penahanan,'' kata Adang.
Menurut Adang, geng motor di Pekanbaru selalu dimpimpin seorang resedivis. Pentolan geng motor ini lantas merekrut anggotanya dari sejumlah pelajar. ''Geng motor selalu saja dimpimpin resedivis. Kita sudah ingatkan orangtua untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat geng motor. Begitu mereka tertangkap berbuat kriminal, langsung kita tahan dan tidak ada lagi penangguhan,'' kata Adang.
Sebelumnya diberitakan, kelompok geng motor di Pekanbaru kian hari kian brutal. Warga acapkali menjadi sasaran amuk geng motor ini. Polisi diminta segera memberantas prilaku tak manusiawi tersebut.
''Polisi harus bertindak tegas keberadaan geng motor yang terus meresahkan warga. Jika tidakm maka geng motor akan menjadi momok yang menakutkan bagi masyrakat,'' ujar Nurul Imam seorang warga Pekanbaru.
Belakangan ini seorang warga Huzaema menjadi korban pengeroyokan geng motor di kawasan Purna MTQ pada MInggu (31/9/2012) dinihari. Korban berusia 22 tahun itu menglami luka serius akibat bacokan benda tajam. Korban lainnya, adalah Iwan dan Febri yang juga menjadi korban amuk geng motor.
Korban kekerasan geng motor, Ivan (22) adalah warga Jalan Suka Karya-Kualu Pekanbaru. Korban mengalami luka di kepalanya akibat sabetan benda tajam dari kawanan geng motor. Ivan masih beruntung karena berhasil melarikan diri dan dilarikan ke Rumah sakit Bhayangkara, Pekanbaru.
Korban kedua adalah Ferbryandi (20) warga Jalan Sukakarya. Saat korban melintas di depan Purna MTQ, mendadak kawanan geng motor meneriaki dan membacoknya dengan senjata tajam. Akibatnya, korban menderita luka di kedua kakinya, tangan dan punggung. Korban langsung diselamatkan warga setempat dan dibawa ke Rumah sakit Eka Hospital, Pekanbaru. ***