
PEKANBARU, GORIAU.COM - Keluarga korban pembacokan yang dilakukan geng motor di lokasi purna MTQ meminta pelaku dihukum maksimal sesuai dengan perbuatannya.
''Kita mendapat kabar, katanya pelaku pengeroyokan terhadap anak saya sudah tertangkap. Kami berharap, hukum harus ditegakkan demi keadilan,'' kata ibu kandung Febriandi, Radias sebagaimana dikutip goriaucom dari riaukitacom Selasa (2/10/2012) di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.
Pihak keluarga juga mengharapkan, tindakan tegas terhadap pelaku itu harus ditegakkan agar kebrutalan para geng motor bisa diredam.
''Aparat harus bertindak tegas terhadap geng motor. Jangan ada lagi korban berikutnya sebagaimana yang dialami anak saya,'' kata Radias.
Febriandi saat ini terbaring di RSUD Arfin Ahmad. Febriandi mengalami luka sangat parah di pergelangan tangannya bekas senjata tajam. Kemudian dua jari telunjuk dan jari manis tangan kirinya hampir putus.
Dibagian kaki juga terlihat banyak bekas bacokan dan di kepalanya hampir merata lebih dari 30 bekas bacokan yang diterimanya.
Dan Senin (1/10/2012) malam, ketua geng motor yang melakukan pembacokan terhadap warga akhirnya berhasil ditangkap. Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan dan ternyata pelaku juga tercatat sebagai resedivis.
''Untuk saat ini memang baru satu pelaku yang berhasil dibekuk. Dari sana nantinya akan kita kembangkan siapa saja yang terlibat dalam aksi brutal tersebut," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Adang Ginanjar.
Adang belum bisa menyebutkan indentitas pelaku tersebut. "Tim kita masih melakukan pemeriksaan. Karena baru tadi malam pelakunya tertangkap," kata Adang.
Polresta Pekanbaru merilis ketua geng motor yang melakukan pembacokan. ternyata seorang resedivis curanmor.
Ketua geng motor itu telah meringkut dalam tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang membacok korbannya dengan senjata tajam.
''Tim kita masih melakukan pemeriksaan. Ini guna mendalami siapa saja yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. Selama ini pelaku acap kali terlibat dalam aksi curanmor yang ada di Pekanbaru. Resedivis inilah yang membentuk geng motor dengan merekrut para pelajar'' kata Adang. ***