
PEKANBARU – Pengurus Majelis Kerapatan Adat (MKA) dan Dewan Pengurus Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) masa bhakti 2022-2027 dikukuhkan oleh Gubernur Riau, H. Syamsuar dan dihadiri Wakil Gubernur Riau Edi Natar Nasution, Jumat (29/4/2022) bertepatan 27 Ramadan 1443 Hijriah.
Dengan dilaksanakannya acara pengukuhan di Balai Serindit itu, artinya Ketua Umum MKA LAMR Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf dan Ketua Umum DPH LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil resmi menjadi pengurus LAMR.
Prosesi pengukuhan ditandai dengan pemasangan tanjak oleh Gubri dan pemasangan selempang kepada H. Raja Marjohan Yusuf dan H. Taufik Ikram Jamil serta pemasangan keris kepada keduanya.
Selain Ketua Umum MKA dan DPH juga dikukuhkan seluruh unsur pengurus seperti beberapa ketua, sekretaris, bendahara dan bidang, baik di MKA maupun DPH.
Salah satu Ketua DPH LAM Riau juga Ketua PGRI Riau, Muhammad Syafi'i usai acara pengukuhan mengatakan prosesi berlangsung khidmat dan lancar.
"Ini menandakan bahwa kita semua ingin agar lembaga adat ini menjadi lembaga dengan titahnya sesuai dengan yang disampaikan oleh Ketua MKA H. Raja Marjohan maupun dari Gubernur Riau Bapak Syamsuar, ungkap Rektor Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia ITP2I ini.
Disinggung tentang dirinya menjadi salah satu Ketua DPH paling muda pada kepengurusan ini, pria kelahiran Kampung Bandar Senapelan, Pekanbaru 41 tahun lalu itu menyampaikan harapan adanya transformasi knowledge tentang budaya Melayu Riau dapat diberikan kepada kawula muda millenial sekarang.
"Budaya melayu juga mengikuti kemajuan zaman, artinya kekinian dan ditambah pesatnya kemajuan teknologi tentu budaya melayu Riau ini tak lapuk di hujan dan tak lekang di panas. Diartikan budaya melayu Riau ini tak hilang dan dapat dipertahankan dari generasi ke generasi. Agar generasi muda kita menjadi melayu muda, berbudaya, kekinian dan berteknologi," tutup rektor termuda di Riau dan Ketua PGRI Provinsi termuda di Indonesia saat ini.***