PEKANBARU, GORIAU.COM - Aliansi Masyarakat Riau Peduli Pemilu yang merupakan gabungan dari Forum LSM Riau Bersatu, LSM Penjara Indonesia Provinsi Riau, BEM Se-Riau dan HMI Cabang Pekanbaru melakukan unjuk rasa di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau, Senin (5/5/2014) siang.

Dalam aksi tersebut, Dwiki Zulkarnaen salah seorang demokstran yang juga Ketua Umum LSM Penjara Indonesia Riau memecahkan gelas ke kepalanya. Sontak, kepalanya mengucurkan darah segar. Hal itu ia lakukan sebagai bentuk kekesalan terhadap pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) di Riau.

Dimana, Ia menilai sangat banyak pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan Caleg maupun Parpol. "Namun, hingga kini tidak ada tindak lanjutnya," ujar Dwiki.

Demonstran yang berjumlah 15 orang tersebut juga meminta Gakkumdu menuntaskan semua laporan pelanggaran yang masuk, baik melalui Bawaslu Riau maupun Panwaslu kabupaten kota. "Jika tidak, kami akan melaporkan Bawaslu, Panwaslu dan Gakkumdu ke pihak berwajib," ancam Dwiki.

"Pidanakan penyelenggara Pemilu yang terlibat dalam penggelembungan suara, begitu juga dengan Caleg yang terbukti memerintahkan penyelenggara untuk menggelembungkan suara," ulas Dwiki.

Sementara itu, para demonstran disambut sekretaris KPU Riau, Syahrizal. Pasalnya, komisioner KPU Riau sudah berangkat ke Jakarta guna menyampaikan rekapitulasi perhitungan suara di Riau. "Kami akan tindak lanjuti laporan ini," ujar Syahrizal.

Untuk menjaga ketertiban, Polresta Pekanbaru menurunkan 100 anggota lengkap dengan peralatan anti huru hara. "Pasukan yang turun sebanyak 100 personil berpangkaian lengkap," ujar Kapolresta Pekanbaru melalui Kapolsek Pekanbaru Kota, Dhana. AS.(san)