PEKANBARU – Untuk memastikan penyebab penularan penyakit ngorok pada hewan ternak yang ada di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau sudah melakukan investigasi langsung ke lokasi ternak yang banyak ditemukan terpapar penyakit ngorok.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau, Herman melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan Faralinda Sari mengatakan, dari hasil investigasi tersebut diketahui bahwa peternak ada memasukkan ternak baru ke dua kecamatan di Rohul tersebut. Hal tersebut yang diduga menjadi penyebab penyebaran penyakit ngorok di Rohul.

"Setelah dilakukan investigasi, peternak mengaku ada memasukkan ternak baru. Hal tersebut yang diduga menjadi penyebab penularan penyakit ngorok, kemungkinan ternak baru itu sudah terpapar penyakit ngorok sebelumnya," katanya.

Karena itu, untuk mengantisipasi agar penyakit ngorok tidak terus menyebar di Rohul, pihaknya bersama pemerintah daerah setempat untuk sementara mengisolasi daerah yang sudah terpapar penyakit ngorok tersebut. Selain tidak diperbolehkannya ternak keluar masuk wilayah tersebut, arus orang masuk juga dibatasi.

"Jadi kalau orang mau berwisata, kendaraannya tidak boleh masuk hingga ke pinggir sungai atau di lokasi gembala ternak. Tapi hanya diluar kawasan wisata," sebutnya.

Menurut Faralinda, upaya pencegahan untuk penyakit SE ini yakni dilakukan dengan memberikan vaksin. Namun, fakta dilapangan saat ini masih banyak peternak yang enggan hewan ternaknya untuk divaksin.

"Mungkin karena selama ini belum ada kasus ngorok yang tinggi seperti saat ini. Tapi sekarang kan kasus kematiannya ternak cukup tinggi, sampai 90 persen," sebutnya.

Hingga saat ini, jumlah hewan ternak yang terpapar di Rohul sebanyak 340 ekor, 88 di antaranya dipotong paksa dan 26 ekor mati. ***