BANDUNG - Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi mengikuti acara penyerahan Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LHE AKIP) Kabupaten Kota Wilayah Sumatera, Banten dan Jawa Timur, bertempat di Hotel Grand Royal Panghegar, Bandung, Selasa (25/1/2017).

Turut mendampingi Bupati, Inspektor Kabupaten Meranti Drs. Suhendri, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Sekdakab. Merati M. Toha, Kabid Data Bappeda Meranti Indrayuni SH.

Penyerahan Laporan LHE AKIP Pemerintah Kabupaten/Kota wilayah Sumatera, Banten dan Jawa Timur langsung dilakukan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN RB) Asman Abnur.

Kepada media, usai mengikuti acara penyerahan LHE AKIP tersebut, Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi berkomitmen untuk terus melakukan perubahan dan memperbaiki sistem tata kelola pemerintahan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Salah satunya dikatakan Bupati, dengan melakukan penyelarasan penggunaan anggaran dengan kinerja yang dihasilkan, sehingga terwujud pemerintahan yang berorientasi pada hasil (result oriented government).

"Hal itu kita lakukan dalam rangka efektifitas dan efisiensi dalam penggunaan anggaran yang pada hakekatnya merupakan dana rakyat yang tujuannya adalah untuk mensejahterakan masyarakat," ujar H Irwan.

Komitmen itu ditambahkan Bupati, sesuai dengan arahan Presiden RI Jokowi yang disampaikan Men-PAN RB, yang meminta  instansi pemerintah se-Indonesia untuk mewujudkan birokrasi yang efisien melalui penggunaan anggaran negara  sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Sekedar informasi, Hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kabupaten Kota diwilayah Sumatera, Banten dan Jawa Timur di tahun 2016, dikatakan Men-PAN RB, menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Dimana pada tahun 2016 rata-rata nilai evaluasi SAKIP kabupaten/kota adalah 49,87, meningkat dari tahun 2015 yang hanya 46,92. 

"Hasil evaluasi SAKIP Kabupaten Kota tahun 2016 mengalami peningkatan 2,95 poin," ujar Men-PAN RB Azman Abnur.

Walaupun terjadi peningkatan, namun nila rata-rata masih di bawah 50, yang artinya masih belum terlalu memuaskan.

Agar kedepan mendapat hasil yang memuaskan ia berharap 4 permasalahan, yakni tujuan/ sasaran yang ditetapkan tidak berorientasi pada hasil, ukuran keberhasilan tidak jelas dan terukur, program/kegiatan yang ditetapkan tidak berkaitan dengan sasaran, dan rincian kegiatan tidak sesuai dengan maksud kegiatan sebagai indikator pengukuran kinerja instansi pemerintah dapat diminimalisir. (rls) #Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini