
DUMAI, GORIAU.COM - Dinas Pendidikan Dumai membentuk Tim Khusus (Timsus) guna mencari fakta akan kebenaran informasi yang dilaporkan oleh sejumlah guru SMAN 2 Dumai ke Komisi I DPRD pada Senin (28/10/13) lalu.
Jhonfikar sekretaris Komisi I DPRD Dumai, kepada Goriau.com Rabu (30/10/13) menyebutkan Kisruh internal antara guru dan kepala SMAN 2 Dumai yang akhirnya merebak ke meja DPRD Dumai, saat ini sudah ditangani oleh Dinas Pendidikan langsung."Kita sudah kordinasi kepada DIsdik dan mereka sudah membentuk Timsus untuk mencari dan mengungkap kebenaran dari laporan sejumlah guru yang dikoordinir oleh Manda Mardalena saat menjumpai komisi I DPRD Dumai," ujarnya.Menurut Jhonfikar, kasus seperti ini tidak bisa diselesaikan secara sepihak, haruslah diungkap dulu kebenaran akan informasi yang mana sejumlah guru menyebutkan selama ini Kepala Sekolah SMAN 2 Dumai Dra.Evi Suryani bersikap arogan dan cendrung mengintimidasi."Ini persoalan internal dan harus diselesaikan secara internal juga seharusnya. Namun, jika sudah sampai keranah publik maka Dinas pendidikan harus segera menyelesaikan. Kita masih tunggu hasil tim investigasi dari disdik tersebut," sebutnya.Permasalahan antara guru dan kepala SMAN 2 Dumai yang mana akhirnya sampai ke DPRD Dumai. Dimana, para guru menyampaikan keluh kesah dan menganggap kepala SMAN 2 tersebut otoriter dengan kebijakan yang sewenang-wenang dan mengekang hak para guru."Selama ini Kepala Sekolah SMAN 2 Dumai Dra.Evi Suryani bersikap arogan dan cendrung mengintimidasi para tenaga pengajar disana," ujar Manda koordinator saat bertemu komisi I DPRD Dumai.Forum rapat dengar pendapat yang dibuka sekira pukul 10.00 Wib Senin (28/10/13) lalu sempat berlangsung hangat. Kehadiran Manda beserta rekan seprofesinya disambut antusias wakil ketua DPRD Dumai, Zainal Abidin yang didampingi ketua Komisi I Timo Kipda serta anggota Komisi I Darwis Jhonfikar, Amrizal, Kahirul Saleh, Salman dan Onny Chairunnisa.Dalam kesempatan itu, Manda Mardalena langsung menyampaikan bahwa selama ini kepala sekolah mengancaman guru untuk diusulkan dimutasi bila tidak mendukung kebijakannya. Selain itu kepala sekolah cendrung membuat pembagian jadwal belajar tidak sesuai prosedur serta prilaku semena-mena untuk guru honorer."Bagi Para Guru yang menentangnya, nanti akan menerima ganjaran mutasi," kata Manda.(egy)