
DUMAI, GORIAU.COM - Anggota Komisi I DPRD Dumai, Khairul Saleh mengecam keras ancaman yang dilontarkan oleh Kepala Sekolah SMAN 2 Evi Suryani sebagaimana dikatakan oleh sejumlag guru SMAN 2 ke Komisi I Senin (28/10/13) lalu.
"Saya sangat mengecam tindakan Kepsek yang semana-mena itu. Dia menganggap dirinya Matahari Penguasa tertinggi mungkin, saat ini, hingga mampu memberikan kebijakan terhadap guru," kata Khairul Saleh.Sejumlah guru SMAN 2 Dumai yang sempat menyampaikan visualisasi rekaman saat kepala sekolah tersebut marah-marah dan memberikan ancaman kepada para guru. Azwar Jas salah satu guru langsung memberikan visual rekaman kepada anggota komisi I tersebut.Sementara Ketua Komisi I Timo Kipda berjanji akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait atas masalah tersebut. Tujuannya, agar persoalan yang berada di lembaga pendidikan dapat terselesaikan mengingat tujuan sekolah untuk mendidik anak-anak.Dalam pertemuan Komisi I bersama para guru SMAN 2 itu, Manda koordinator para guru meminta agar DPRD menggubris pengaduannnya. Bahkan, ia meminta ada tindakan dan penegasan terhadap kepala sekolah ini kedepannya.Saat ini, kata Manda, jumlah guru yang mengajar di SMAN 2 Dumai mencapai 100 Orang. Sementara ruang kelas hanya 33 ruang."Tentu terjadi over kapasitas. Kemudian kepala sekolah masih menambah guru honorer yang membuat guru profesional tidak berdaya," katanya.Ditambahkan Manda, guru honorer diangkat menjadi wali kelas, sementara guru yang PNS dilikuidasi."hal ini jelas telah melanggar dan mencoreng dunia pendidikan," ungkapnya dihadapan Komisi I.Wakil Ketua DPRD Zainal Abidin mengatakan dalam hal ini nantinya akan dilakukan proses evaluasi dan penegasan terhadap sikap kepala sekolah itu."hal ini jelas menunjukkan sikap tidak terpuji dan harus dievaluasi segera mungkin," katanya.Dalam menyikapi pertemuan ini ia akan memanggil dinas pendidikan Dumai. Setidaknya ada menyarankan agar ada evaluasi terhadap instansi pendidikan itu sendiri nantinya.(egy)