
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Sarpan Firmansyah, Kepala Suku Duanu di pesisir Provinsi Riau, mengajak belasan ribu warganya yang biasa hidup di perairan pindah ke daratan. Semua itu dilakukan agar generasi muda mendapat pendidikan layak.
Dalam tayangan Liputan 6 SCTV sebagaimana dikutip GoRiau.com, Minggu (17/3/2013), dermaga penyeberangan di pesisir Kabupaten Indragiri Hilir, ramai dengan aktivitas warganya. Daerah seluas 11 ribu hektar yang dicapai 6 jam perjalanan darat dari Pekanbaru, Riau, ini dihuni warga Suku Duanu, yang dulu dikenal sebagai suku laut atau suku nelayan.
Tahun 1990-an, sebagian besar warga tinggal di atas sampan. Berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Cara hidup di atas sampan sulit berganti di masa itu. Tokoh-tokoh tua suku ini juga tidak ingin berubah.
"Sangat susah untuk merubah pola hidup dan tradisi Suku Duanu saat itu yang ingin tetap tinggal di atas sampan dan berpindah-pindah. Mereka tidak mau tinggal di daratan," ujar Zulkifli, sahabat Sarpan.
Perubahan cara hidup suku ini akhirnya terjadi dengan pesat berkat tekad tokoh muda Sarpan Firmansyah. Dengan dorongan Sarpan yang didaulat menjadi kepala suku, sekitar 15 ribu warga suku laut mulai belajar hidup di darat.
"Saya optimis bila Suku Duanu mau pindah ke darat maka generasi mudanya akan lebih mudah mendapatkan pendidikan layak," ujar Sarpan.
Upaya sarjana jurusan teknologi perikanan, Fakultas Perikanan Universitas Riau, itu tidak sia-sia. Banyak warga yang mendengarkan nasihat dan dorongannya.
Kini Sarpan menjadi panutan bagi kalangan muda Suku Duanu. Banyak warga menoleh pada pendidikan sebagai sarana meningkatkan kualitas hidup. Sebagian besar masyarakat sudah banyak yang mengeyam pendidikan mulai dari PAUD hingga ke perguruan tinggi.
"Beliau menjadi motivasi, dengan kuliah saya bisa berpikir, bersabar dan maju," pemuda Suku Duanu Kamaludin. (l6)