BENGKALIS, GORIAU.COM -Menyambut Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 26 Oktober mendatang, diperkirakan kebutuhan hewan kurban mencapai 3.000 ekor sapi dan kerbau. Pemkab Bengkalis melalui Dinas Pertanian Peternakan telah menyiapkan tim kesehatan untuk memantau dan memeriksa kesehatan hewan yang akan dikurbankan yang masuk dan atau yang ada di Kabupaten Bengkalis. Diperkirakan 3.000 ekor sapi/kerbau akan dikurbankan tahun ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bengkalis, H Emir Faisal, Senin (1/10/2012), menjelaskan, berdasarkan data tahun 2011, jumlah hewan kurban seluruh Kabupaten Bengkalis 2.908 ekor sapi dan kerbau. Berdasarkan angka tersebut, untuk tahun ini diprediksi tidak akan jauh berbeda atau sekitar 3.000 ekor.

Mengingat kebutuhan akan hewan kurban cukup besar, tidak semua hewan kurban bisa dipenuhi dari Bengkalis. Sebagian besar didatangkan dari Sumatera Barat, Kampar, Siak dan beberapa daerah lainnya.

''Kebutuhan hewan kurban setiap tahunnya cukup besar. Tahun ini kita prediksi mencapai 3000 ekor sapi dan kerbau. Karena sebagian didatangkan dari luar Bengkalis, makanya kita bentuk tim kesehatan guna memeriksa dan memantau kesehatan hewan-hewan urban ini,” jelas Amir Faisal.

Tim kesehatan tidak hanya bertugas memantau dan memeriksa kesehatan hewan kurban yang ada di wilayah kota, tapi juga di seluruh kecamatan. Untuk hewan kurban yang ada di kecamatan akan di periksa dokter hewan atau petugas dari masing-masing UPTD yang ada.

''Kita imbau kepad para peserta kurban atau panitia-panitai kurban agar memeriksa dan memilih hewan kurban yang benar-benar sehat. Kenali hewan yang akan dibeli dengan baik, bila memang terlihat ciri-ciri hewan tersebut berpenyakit, mohon tidak dibeli,'' pesannya.

Petugas kesehatan akan mendatangi tempat-tempat pemotongan hewan kurban. Mereka akan memeriksa daging kurban tersebut, dari pemeriksaan itu akan diketahui apakah hewan tersebut berpenyakit atau tidak.

''Seperti juga tahun-tahun sebelumnya, tim kesehatan akan menyambangi tempat-tempat pemotongan untuk melakukan pemerksaan,'' imbuh Amir.

Untuk tempat-tempat pemotongan yang tidak atau belum sempat disambangi tim kesehatan, jika peserta qurban melihat ada keanehan pada daging kurban, hendaknya segera melaporkan kepada tim kesehatan atau Dinas Pertanian dan Peternakan.

''Daging yang dikonsumi harus sehat. Laporkan jika menemukan keganjilan pada daging dan sebagainya,” pinta Amir.