
PEKANBARU – Anggota DPR RI Dapil Riau 1, Achmad, menilai pemerintah kurang sigap dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi bulan ramadhan. Pasalnya, banyak terjadi kenaikan harga saat ini.
Dikatakan Achmad, kebutuhan-kebutuhan dapur seperti gula, daging, gas, hingga bahan sembako lainnya mengalami kenaikan dan menjadi keluhan masyarakat saat dia turun ke masyarakat.
Persoalan kenaikan harga menjelang ramadhan, ujar Achmad, memang menjadi pemasalahan klasik. Namun, pemerintah tidak melakukan antisipasi terhadap hal ini sehingga terkesan ada pembiaran.
"Harusnya kan dicek sama pemerintah, gula, minyak goreng, dan semua itu harusnya dievaluasi, terutama oleh kementerian, itu dilakukan tiga bulan sebelum ramadhan untuk mengantisipasi permainan mafia seperti penimbunan dan lainnya," ujar Politisi Demokrat ini, Sabtu (2/4/2022).
Menjaga stabilitas harga ini, menurut Achmad, harus menjadi perhatian pemerintah, karena mayoritas masyarakat Indonesia beragama islam. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil pelajaran dan menganggap kenaikan ini hal biasa.
"Kenapa negara tetangga kita Malaysia menghadapi ramadhan dan lebaran masih stabil harganya? Negara islam itu selalu stabil. Kok kita seolah-olah ada mafia. Tiket pesawat begitu juga, pemerintah kita sangat lemah dan lalai dalam urusan public service ini," tambahnya.
Jika pemerintah terus begini, Mantan Bupati Rohul dua periode ini mengkhawatirkan akan timbul rasa tidak percaya masyarakat kepada pemerintah. Situasi seperti ini tentu sangat berbahaya.
"Sensitifitas pemerintah itu sangat kurang. Setiap tahun ini selalu dikeluhkan masyarakat, pemerintah mestinya mengambil pelajaran, evaluasi, sehingga tidak terulang hal yang sama di tahun selanjutnya," tutupnya. ***