PEKANBARU, GORIAU.COM - Andri Karmidi, Wakil Kurikulum Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) Plus Provinsi Riau, saat kejadian pihaknya sedang bergotong royong dengan Staf TU, cleaning service.

"Saat gotong royong depan lokal, ada telpon dari salah satu warga bahwa ada ruangan lantai 3 koperasi keluar asap. Setelah menerima laporan tersebut kami langsung ke lokasi, dan langsung melaporkan ke pihak petugas kebakaran," ujarnya.

Gedung itu tidak digunakan untuk OSIS yang paling atas, terus ada gedung kesenian sedangkan lantai satu kantin dan koperasi.

"Sekarang kondisi atau aktifitas sekolah tidak ada. Anak-anak libur dari hari Senin kemarin," katanya.

Mengenai apa saja yang terbakar didalam gedung, Andri, tidak tahu. Yang mengetahui apa saja didalamnya. "Ada 20 orang guru yang pergi ke Kediri untuk pelatihan termasuk ibu Binarti Ningsih," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, gedung koperasi dan juga kantin Asri Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) Negeri Plus Jalan Kubang Raya, hangus terbakar. Kebakaran diduga akibat konsleting listrik.

Menurut salah seorang saksi mata, Rozi (25), kebakaran terjadi, Selasa (23/12/2014) sekitar pukul 11.00 wib.

Saat itu dirinya ingin keluar, dan melihat 2 (dua) ibu berlari dari gedung sambil berteriak minta tolong.

''Kayaknya ibu itu tertidur. Saya lihat mata nya sambil menangis gitu. Terus dia minta tolong kepada saya,'' ujar Rozi, anak seorang guru SMA Plus bernama Darmawan.

Sementara dari pantauan di lapangan, hingga kini petugas pemadam kebakaran terus melakukan pemadaman.

7 Unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakan api. (adt)