
BENGKALIS–Kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bengkalis terus bertambah. Pada Kamis (15/7/2021) tercatat terjadi penambahan sebanyak 61 orang. Angka ini merupakan tertinggi sepanjang Juli 2021.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Ersan Saputra Th mengatakan, 61 orang tersebut berasal 8 kecamatan. Penambahan tertinggi di Kecamatan Bengkalis, sebanyak 21 orang. Sedangkan tertinggi kedua di Mandau sebanyak 17 orang.
Kemudian Rupat Utara 9 orang, Bandar Laksamana 4 orang serta Bathin Solapan dan Bantan masing-masing 3 orang. Lalu Rupat 2 orang, serta Siak Kecil dan Bukit Batu masing-masing 1 orang.
Berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, 21 kasus baru dari Bengkalis itu berasal dari (kelurahan/desa) Kelapapati 8 orang, Wonosari dan Senggoro masing-masing 3 orang serta Bengkalis Kota 2 orang.
Sementara 5 orang lagi merupakan warga Pangkalan Batang, Pangkalan Batang Barat, Rimba Sekampung, Damon dan Senderak.
Adapun 17 kasus baru di Mandau, berasal dari Babussalam, Duri Barat dan Air Jamban masing-masing 4 orang, serta Gajah Sakti 3 orang, Batang Serosa dan Talang Mandi masing-masing 1 orang.
Sementara untuk 9 orang di Rupat Utara semuanya penduduk Tanjung Medang, dan 2 orang di Rupat dari Pangkal Pinang.
Adapun 4 orang di Bandar Laksamana, semuanya warga Bukit Kerikil. Sementara 3 orang di Bantan, 2 orang dari Pambang Baru dan 1 orang dari Pasiran.
Kemudian, 3 orang di Bathin Solapan, 2 orang warga Air Kulim dan 1 orang penduduk Tambusai Batang Dui.
Sedangkan 1 orang di Bukit Batu merupakan penduduk Sukajadi, dan 1 orang di Siak Kecil warga Lubuk Muda.
Di bagian lain, karena kasus positif Covid-19 masih terus bertambahnya, dia kembali mengimbau seluruh lapisan masyarakat di daerah ini secara kolektif dan dengan rasa tanggung jawab yang tinggi untuk mematuhi protokol kesehatan.
“Seluruh masyarakat di Kabupaten Bengkalis hendaknya senantiasa menjalankan 5M kapan dan dimana pun berada. Yakni, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas,” harap Ersan.***