
JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menghadapi tantangan serius setelah laporan kasus keracunan yang diduga berkaitan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali merebak di sejumlah daerah, seperti disampaikan Kepala BGN, Sudaryono usai Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Sebaran Kasus di Berbagai Wilayah
Kasus keracunan massal dalam beberapa hari terakhir tercatat menimpa sekitar 500 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin (1/9/2026). Selang beberapa hari kemudian, kejadian serupa kembali dilaporkan di SMAN 1 Lasem, Rembang, Jawa Tengah, pada Kamis (3/9/2026) dengan jumlah korban mencapai 725 orang, serta laporan di wilayah Agam.
"Kemudian kita di beberapa hari terakhir ini kemudian tersebar berita adanya keracunan di Sidoarjo, di Agam, kemudian tadi di mana di Lasem di Rembang ya," paparnya.
Komitmen Perbaikan Berkelanjutan
Menanggapi rentetan kejadian tersebut, Sudaryono mengakui jajarannya merasa sangat terpukul dan prihatin. Walau demikian, ia menegaskan bahwa lembaganya tidak boleh menyerah dalam membenahi tata kelola program MBG secara menyeluruh agar standar keamanan pangan benar-benar terjaga di masa mendatang.
"Ini tentu saja kami sangat terpukul sebetulnya. Tapi ini dan kami tidak boleh menyerah," tegasnya.
Pembenahan tata kelola, regulasi, hingga sistem pengelolaan keuangan akan terus digenjot oleh BGN guna memastikan seluruh standar operasional dipatuhi oleh pihak-pihak yang terlibat di lapangan.***