
SIAK - Kualitas udara di seluruh kecamatan se-Kabupaten Siak terpantau dalam kategori tidak sehat akibat paparan kabut asap yang pekat. Menghadapi situasi darurat ini, Bupati Siak, Afni Zulkifli langsung mengambil kendali jarak jauh guna memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta perlindungan warga tetap berjalan optimal.
Meski tengah berada di Jakarta untuk mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Lemhannas Angkatan IV Tahun 2026, perhatian Afni tidak lepas dari kondisi daerahnya. Ia menginstruksikan jajaran Pemerintah Kabupaten Siak untuk terus memperbarui informasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) kepada masyarakat secara terbuka.
"Saya minta update terus ISPU dengan data sejujur-jujurnya. Setiap hari diperbarui per kecamatan. Dari data inilah diambil berbagai langkah cepat dan tepat," tegasnya, Sabtu (5/9/2026), merujuk pada laporan kondisi udara yang memburuk per 4 September 2026.
Sementara Afni menjalani pendidikan yang diisi dengan materi penguatan karakter kebangsaan—termasuk mengenang jasa Sultan Syarif Kasim II—operasi pemadaman di lapangan kini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Siak bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kabut asap yang menyelimuti Siak saat ini tidak murni berasal dari wilayah setempat, melainkan turut terbawa arah angin dari provinsi tetangga. Untuk wilayah Siak sendiri, titik api di Kecamatan Mempura telah berhasil dipadamkan. Kondisi di Sungai Mandau kini memasuki tahap pendinginan, sedangkan tim Satgas Karhutla masih berjibaku memadamkan dua titik api di wilayah Kecamatan Dayun.
Layanan Kesehatan Siaga Penuh
Atas ketidaknyamanan yang dialami warga akibat kepungan asap, bupati perempuan pertama di Siak ini menyampaikan permohonan maaf. Ia menggaransi seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari Puskesmas Pembantu (Pustu) hingga RSUD, dalam keadaan siaga penuh untuk menerima pasien terdampak.
Tidak hanya mengandalkan tim medis, Afni turut menginstruksikan Ketua Tim Penggerak PKK Siak untuk menggerakkan kader di tingkat desa dan Posyandu. Langkah ini difokuskan untuk mendampingi serta memberikan pelayanan bagi kelompok masyarakat rentan.
"Saya yakin dimana pun titik api berada, semua tim satgas sedang berjuang memadamkannya. Kepala api memang sudah terkendali dan tinggal proses pendinginan, namun saya minta kita semua tidak lengah," pesannya.
Ia kembali mengingatkan warga agar menghentikan praktik membuka lahan dengan cara dibakar. Peringatan ini diberikan mengingat sekitar 60 persen wilayah Kabupaten Siak merupakan kawasan gambut yang sangat rawan memicu bencana kabut asap yang lebih parah di tengah cuaca ekstrem.
Kolaborasi Pemadaman dan Penegakan Hukum
Dalam upaya mempercepat pemadaman, Pemkab Siak mendapat dukungan dari Satgas Provinsi Riau yang mengerahkan helikopter untuk operasi water bombing di kawasan hutan. Mengingat titik api yang berulang di wilayah Dayun berada di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan, koordinasi lintas sektoral terus dipacu.
"Saya sudah berkomunikasi dengan Sekjen Kemenhut, Dirjen Perhutanan Sosial, dan Kepala BKSDA Riau. Kami dari pemerintah daerah siap berkolaborasi bersama," ungkapnya.
Terkait temuan insiden kebakaran yang masuk ke dalam kawasan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan, Pemkab Siak berencana segera melaporkannya kepada Kementerian ATR/BPN. Di ranah pidana, Afni memastikan dukungannya terhadap proses penegakan hukum yang kini dijalankan oleh Polres Siak guna menindak tegas para terduga pelaku pembakaran.
Mengelola wilayah seluas 782.181 hektare atau setara 13 kali lipat luas DKI Jakarta, penanganan Karhutla diakui membutuhkan sinergi semua pihak. "Di tengah cuaca ekstrem dan masih masifnya ekspansi sawit pada wilayah kawasan, tantangan kita jelas tidak mudah. Butuh kesadaran kolektif, kolaborasi, dan dukungan bersama menjaga Siak kita tercinta," pungkasnya. ***