RENGAT, GORIAU.COM - Aksi pencurian yang dialami Suminten, pedagang tahu dan tempe di Pasar Rakyat Rengat sudah dilaporkan ke Polres Indragiri Hulu. Saat ini, kepolisian sedang menyelidiki peristiwa tersebut.
Kapolres Inhu AKBP Aris Prasetyo Indaryanto Sik Msi ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Dodi Harza Kusumah SH SIK membenarkan adanya kejadian tersebut di Pasar Rakyat Kota Rengat, Kamis (17/1/2013) sekitar pukul 07.30 Wib.
''Dari laporan korban, diketahui bahwa tas itu berisi uang senilai Rp68 juta, emas 20 mayam terdiri dari 8 mayam gelang dan 12 mayam liontin dan kalung. Selain itu didalam tas juga terdapat BPKB dan STNK kendaraan bermotor serta buku tabungan BRI,” ujarnya.
Usai memberi laporan ke Mapolres Inhu, korban juga sudah melaporkan kehilangan buku rekeningnya di Bank BRI untuk diblokir. “Kejadian yang dialami korban masih dalam lidik,” ucapnya.
Kasat juga mengimbau agar masyarakat tidak membawa uang dalam jumlah besar ataupun perhiasan yang mencolok di tengah keramaian, apalagi di pasar. Hal itu dimaksudkan agar tindak kejahatan dapat dihindari.
Sementara itu, Kepala UPT Pasar Rakyat Kota Rengat, Aris Prasetyo SE mengatakan kejadian ini merupakan yang ketiga kalinya terjadi di pasar Rakyat Kota Rengat. Pihaknya sudah mengimbau agar para pedagang ataupun masyarakat yang ke pasar untuk tidak membawa uang dalam jumlah besar ataupun perhiasan. “Dari ketiga kejadian itu korbannya selalu para pedagang. Makanya kita terus mengimbau jangan membawa uang dalam jumlah besar ke pasar ataupun perhiasan,” tukasnya.
Aris menambahkan setiap hari terdapat enam orang personil Satpol PP yang berjaga di Pasar Rakyat Kota Rengat. Namun jumlah tersebut tidak akan mampu memantau seluruh aktivitas jual beli. Sebab jumlah pedagang mencapai 800 orang, belum termasuk pembeli yang datang.
Karena itu, guna meningkatkan pengamanan dan mencegah terjadinya aksi pencurian, pihaknya tengah berupaya untuk memasang CCTV di Pasar Rakyat Kota Rengat. “Untuk tahun 2013 ini memang belum ada dianggarkan, tetapi kita telah membicarakannya dengan persatuan pedagang pasar,” terangnya. (aun)