RENGAT, GORIAU.COM - Nasib naas dialami Suminten (38), warga Desa Kuantan Babu Kecamatan Rengat. Suminten yang sehari-hari menjadi penyalur tempe dan tahu di Pasar Rakyat Kota Rengat dirampok dua orang perempuan yang tidak dikenal. Diperkirakan uang yang hilang mencapai Rp68 juta dan perhiasan mencapai 20 mayam yang berada dalam sebuah tas yang diletakkan di bawah meja jualanya.
Peristiwa itu terjadi, Kamis (17/1/2013) sekitar pukul 07.30 Wib di Los Pasar Rakyat Kota Rengat. Korban baru sadar kalau uang dan perhiasannya hilang setelah melayani dua orang tidak dikenal tersebut. Akibatnya, korban langsung panik hingga sempat menjadi perhatian pengunjung pasar. Kuat dugaan kedua pelaku berpura-pura sebagai pembeli tahu.
''Saya baru mengetahui tas sudah hilang saat akan memasukkan uang hasil jualan. Sejak pagi pembeli sudah ramai dan saya sempat mencoba mencari dua perempuan dicurigai itu,, tapi mereka langsung menghilang,'' ujar Suminten dengan wajah pucat pasi.
Suminten menuturkan bahwa uang tersebut sebagian merupakan hasil berjualan dan sebagian lagi merupakan uang Jamsostek milik suaminya yang sudah di PHK dari tempatnya bekerja. Rencananya uang tersebut akan digunakan untuk membeli sapi dan membuat kandang.
Sementara itu, Sutikno pedagang yang berjualan persis disebelah korban menuturkan bahwa Suminten merupakan pedagang tahu dan tempe yang paling laris di Pasar Rakyat Kota Rengat. Hampir setiap pagi, selalu banyak pembeli yang datang untuk memborong tahu korban. Apalagi lokasi jualannya paling sudut dan akibat ramainya, pembeli bisa berdiri disamping korban.
''Tadi pagi ada beberapa perempuan berdiri di samping korban yang ingin membeli tahu. Seingat saya salah satunya memakai baju hitam. Saya sudah bilang kalau mau membeli tahu dari depan saja tetapi dia tetap saja di samping korban,” ungkapnya.
Selain itu sebut Sutikno, jika tidak sibuk, korban biasanya selalu memperhatikan para pembeli di sekitarnya. Namun saat kejadian, korban juga tengah sibuk melayani pembeli. Sehingga tidak bisa terlalu memperhatikan para pembeli. Meski sempat membuat pasar Rakyat Kota Rengat heboh, namun aktivitas jual beli tetap berjalan normal. (aun)