
PEKANBARU - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Brigjen Supriyanto meminta agar polisi di Kabupaten Kampar, Riau bisa mencegah adanya potensi konflik yang ditenggarai dapat terjadi kapan pun. Ia ingin supaya seluruh jajaran memaksimalkan segenap fungsi, sesuai tugas pokok aparat berwajib.
"Kejadian bentrokan di Tapung Hulu tidak ada yang bisa memprediksi. Posisi kita sebagai kepolisian adalah menindak yang salah. Kita harap dengan peristiwa ini ke depan tidak terulang lagi," ungkap Brigjen Supriyanto kepada GoRiau.com, usai shalat Jumat di Mapolda.
Mengantipasi ini, Kapolda ingin semua lini berjalan maksimal, seperti fungsi intelijen, Kamtibmas dan sebagainya. "Bila perlu kita buat rayonisasi di titik rawan. Jika ada terjadi bisa langsung dilakukan pergerakan dan bereaksi cepat," ungkapnya panjang lebar.
Ia tidak menampik bila ini dipersepsikan sebagai kelemahan polisi. Namun ia memastikan semua upaya sudah dilakukan, mulai dari mediasi, pendekatan hingga antisipasi kerusuhan. "Ketika itu juga sudah diambil langkah oleh petugas dengan membubarkan mereka," tukas Brigjen Supriyanto.
Bentrokan antara Ormas Pemuda Pancasila dan Laskar Merah Putih di Desa Kasikan, Tapung Hulu Kabupaten Kampar waktu itu membuat salah seorang anggota massa tewas dengan luka parah di kepala. Bentrokan tersebut juga menimbulkan kerusakan fasilitas. ***