
PEKANBARU – Tim pemenangan Iskandar Hoesin untuk menduduki posisi sebagai Ketua KONI Riau periode 2022-2026 mengklaim jika pihaknya akan bisa menang secara aklamasi karena sudah mengantongi 10 dukungan dari KONI kabupaten kota dan 24 dukungan dari pengurus cabang olahraga (Cabor).
Hal ini dijelaskan oleh Khairul Fahmi Ketua KONI Kabupaten Rokan Hulu. "Insyaallah aklamasi, dan dari data dukungan, ini akan aklamasi. Salah satu syarat yang kita dapatkan dan merujuk sosialisasi syarat minimum 4, sehingga kami menanggap ini aklamasi," jelasnya.

Khairul Fahmi mengatakan KONI Kabupaten Rokan Hulu memutuskan memberikan dukungan kepada Iskandar Hoesin karena menjanjikan kordinasi yang lebih baik,
"Ini yang membuat kami bergabung ke Pak Iskandar Husein. Atlet ditemui di kota dan kabupaten bukan dari provinsi, dan dari diskusi kami, poin kordinasi itu yang menjadi titik penentu dukungan," urainya.
Sementara itu Supri Handayani Ketua KONI Kabupaten Indragiri Hulu mengatakan sebelum memberikan dukungan kepada Iskandar Hoesin, KONI Inhu terlebih dahulu melihat track record Iskandar Hoesin dari karir olahraganya.
"Kami tidak bisa mengambil keputusan sendiri, dan kami harus berkoordinasi dengan kepala daerah. Sehingga saya melakukan pengecekan track record di bidang olahraga, selain itu visi misi dan komunikasi yang baik," tutupnya.
Visi Misi
Bakal Calon (Balon) Ketua KONI Riau periode 2022-2026, Iskandar Hoesin mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon ketua KONI Riau, Ahad (6/3/2022) pagi.
Untuk ikut bertarung di Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) ini, mantan Ketua NasDem Riau ini mengusung tagline KONI Emas Riau Juara.
"Ini lengkap tertuang dari visi misi dan artinya ingin KONI Riau lebih bagus dan lebih baik, baik perhatian ke Cabor dan KONI kabupaten kota," katanya.
Dengan mengusung tagline dan dipadukan dengan visi misi yang sudah disiapkannya, dengan begitu dia berharap KONI Riau bisa mencetak atlet yang berprestasi baik di kancah nasional ataupun internasional.
"Dengan kondisi seperti ini, Riau nomor satu di Sumatera. Kalau dibenahi dengan profesional dari sudut anggaran dan perhatian, pasti lebih baik lagi,'' bebernya.
Selama ini diakui Iskandar Hoesin, olahraga selalu mengalami kesulitan anggaran. Baik anggaran dalam mengikuti kompetisi maupun dalam pembinaan.
Namun saat ini dengan kondisi kurangnya anggaran dan perhatian, atlet Riau sudah dapat prestasi. Apalagi jika nantinya diberikan alokasi anggaran dan perhatian yang lebih.
"Selain itu nantinya saya punya rencana akan ada bidang kesehatan dan gizi yang khusus menangani gizi dan kesehatan para atlet dan saya sudah ngobrol dengan beberapa dokter seperti dokter Nuzelly," jelasnya.
Di bidang kerjasama, juga harus menempatkan orang yang berkompeten dan berpengalaman, sehingga KONI tidak hanya mengharapkan anggaran dari pemerintah melainkan bisa kerjasama dengan perusahaan.
"Apalagi di Riau ini banyak perusahaan besar, sehingga KONI kabupaten kota dan juga gubernur, bupati dan walikota harus bekerjasama," ujarnya. ***