PEKANBARU, GORIAU.COM - Kabut asap pekat dampak dari kebakaran lahan atau hutan di Riau telah mencemari ruang udara di Kota Pekanbaru sejak satu pekan. Namun banyak pegawai di Pemprov Riau malah tidak peduli dengan kesehatan mereka dengan ogah mengenahkan masker.

Bahkan pagi ini, Rabu (12/2/2014), Kantor Gubernur Riau yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, terpantau dikepung kabut asap tebal. Gedung lama dan baru yang ditempati oleh Penjabat Gubernur Riau, Djohermansyah Djohan tersebut hanya dapat dilihat dari jarak kurang dari satu kilometer.

Kabut asap juga jelas mencemari ruang udara di sekitar halaman seluas satu hektar paga sebelah barat dan timur bangunan tersebut.

Sejumlah karyawan tampak telah menggunakan masker saat berada di luar gedung, namun banyak dari mereka justru tidak begitu mengkhawatirkan kondisi itu. "Sudah biasa, setiap tahun selalu begini," kata Ardian, pegawai negeri sipil yang bertugas sebagai akuntan di Kantor Gubernur Riau.

Kabut asap pekat menyelimuti Kota Pekanbaru sejak satu pekan, setelah sejumlah wilayah kabupaten/kota seperti Bengkalis, Meranti, Rokan Hilir dan Pelalawan serta Kabupaten Siak mengalami kebakaran lahan. Namun aktivitas pemerintah masih berjalan normal.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menyatakan saat ini wilayah ini dalam kondisi siaga bencana kabut asap akibat kebakaran lahan.

Penjabat Gubernur Riau Djohermansyah Djohan sebelumnya juga telah menggelar rapat koordinasi untuk menganggulangi masalah klasik tersebut. "Semua lembaga, badan dan dinas ini yang nantinya akan turut membantu dalam upaya pencegahan bencana kabut asap. Jangan sampai kejadian tahun 2013 terulang," kata Kepala BPBD Riau Said Saqlul Amri lewat sambungan telepon.

Tahun 2013, kabut asap sempat dikategorikan sebagai bencana karena menyebabkan kegiatan pemerintahan dan pendidikan terhambat. Bahkan ketika itu dampak kabut asap sampai ke Malaysia dan Singapura. (fzr/ant)