
BENGKALIS, GORIAU.COM - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Bengkalis, tepatnya di Dusun Bukit Lengkung, Bukit Sembilan, Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bukitbatu, Kabupaten Bengkalis hingga saat ini masih belum tertangani. Api terus meluas serta kabut asap tebal makin sehingga mengakibatkan warga di Dusun Bukit Lengkung terpaksa diungsikan.
Sampai Senin (3/3) kemarin sudah tercatat 221 jiwa sudah ditampung di tenda pengungsi. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Kabupaten Bengkalis, Muhammad Jalal ketika dikonfirmasi mengatakan, jumlah pengungsi di Dusun Bukit Lengkung bertambah sebanyak 96 jiwa.
Sebelumnya, tercatat sebanyak 125 pengungsi yang berasal dari 37 kepala keluarga (KK). Pada Minggu (2/3), 25 KK yang masih bertahan akhirnya terpaksa mengungsi ke tempat penampungan di desa Tanjung Leban.
''Jumlah pengungsi saat ini sudah mencapai 221 jiwa, terdiri dari 146 orang dewasa, 36 anak balita dan 39 anak-anak usia sekolah. Total warga yang sudah diungsikan ke tempat penampungan sementara di perbatasan Bengkalis-Dumai yaitu di desa Tanjung Leban sebanyak 62 KK. Pemkab bengkalis terus menyalurkan bantuan makanan dan obat-obatan sejauh ini,'' terang Jalal.
Akibat karhutla yang terjadi terus menerus sambung Jalal, luas lahan yang terbakar di Tanjung leban saja sudah lebih 2.000 hektar, belum lagi di Kecamatan Siak Kecil, Rupat, Bengkalis, Bantan dan Mandau. Solusi pemadaman karhutla adalah melakukan bom air dari udara, namun sampai sekarang masih terkendala kabut asap tebal yang membuat helikopter sulit terbang melakukan penyiraman.(jfk)