
DUMAI, GORIAU.COM - Bakal Calon Gubernur Riau, H. Jon Erizal, SE, MBA, punya komitmen tinggi terhadap pengembangan dan pelestarian budaya Melayu. Buktinya, putra kelahiran Bengkalis, itu turut berpartisipasi dengan mengundang grup musik Melayu, Bandar Serai Orkesra (BSO), pada pembukaan Dumai Expo dan Hiburan Rakyat dalam rangka HUT Kota Dumai ke-14 di Dumai, Sabtu (27/4) malam lalu.
''Saya minta Pak Jon Erizal membawa pasangan artis Anang Hermansyah dan Ashanty. Namun Pak Jon Erizal lebih tertarik mengundang Bandar Serai Orkesra. Sebab, lebih terasa nuansa Melayunya,'' ujar Walikota Dumai, Khairul Anwar. Seperti diketahui, Anang Hermansyah adalah artis ibukota yang kini menjadi salah satu Calon Legislatif (caleg) DPR RI dari PAN.
Jon Erizal bersama istri, Hj. Rita Benny Latief, memang hadir pada pembukaan Dumai Expo dan Hiburan Rakyat tersebut. Dia duduk di barisan depan bersebelahan dengan Wakil Walikota Dumai Agus Widayat dan mantan Walikota Dumai, Zulkifli AS. Ribuan warga masyarakat menyaksikan penampilan BSO yang mengiringi lagu-lagu Melayu.
Jon Erizal tampak serius menyaksikan penampilan artis dari Pekanbaru. Sebagian lagu yang dibawakan adalah lagu-lagu Melayu yang dipopulerkan oleh Iyeth Bustami seperti Laksamana Raja Di Laut dan Zapin Melayu. ‘’Saya memang menyenangi lagu-lagu Melayu, seperti dibawakan Iyeth Bustami dan Siti Nurhaliza,’’ ujar Jon Erizal.
Bandar Serai Orkesra (BSO) didirikan sekitar delapan tahun lalu oleh budayawan Al Azhar dan kawan-kawan. BSO telah tampil di beberapa even, baik di Riau maupun di luar Riau. BSO lebih banyak menampilkan lagu-lagu Melayu dan Indonesia. Beberapa kali acara Partai Amanat Nasional (PAN) mengundang BSO untuk memeriahkan pembukaan. ‘’Pak Hatta Rajasa berencana mengundang kami ke Jakarta,’’ kata Zuharman, kondektor BSO.
Menurut Jon Erizal, kesenian seperti BSO ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah dan pihak-pihak lain. Sebab, mereka telah mengabdikan dirinya untuk pengembangan kesenian dan kebudayaan Melayu di Riau. ‘’Sebagai pusat kebudayaan Melayu, hal seperti ini perlu menjadi perhatian. Kalau bukan kita yang memperhatikan, siapa lagi,’’ ujarnya. (rls)