
SELATPANJANG – Satu jenazah korban KLM Samudera Indah yang mengangkut 84 ton arang bakau dan 50 ton tepung sagu yang terbakar di Perairan Selat Melaka pada Rabu (16/2/2022) lalu, kini ditemukan setelah tiga hari melakukan pencarian oleh tim gabungan.
Jenazah berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan mengambang di Tanjung Sekodi oleh anggota Pos Angkatan Laut (Posal) Selatpanjang, Jumat (18/2/2022) siang.
Danposal Selatpanjang, Letda Laut S Jerry Hendra menjelaskan, saat ditemukan di tengah laut jenazah masih utuh, hanya tubuh tanpa petunjuk identitas dan baju melekat serta hanya mengenakan celana pendek.
Dikatakan Danposal, mayat laki-laki tersebut ditemukan sekira pukul 12:10 WIB. Anggota Danposal Selatpanjang, Serda Tri Widodo dan Serda Supriyanto yang ikut melakukan pencarian langsung mengevakuasi jenazah untuk dibawa ke Selatpanjang.
Berita Sebelumnya: Satu Mayat Ditemukan Mengapung di Perairan Kepulauan Meranti
Diceritakan Jerry, setelah beberapa lama melakukan pencarian, anggota Posal Selatpanjang berniat ingin beristirahat dan mencari lokasi untuk makan siang. Sejurus kemudian anggota melihat ada yang mengapung dan sejumlah nelayan Selat Akar tidak jauh di lokasi juga melihat yang sama namun mereka tidak berani mendekat.
"Mereka sudah berjam-jam melakukan Pencarian, pada saat makan siang mereka melihat ada sesuatu yang mengapung. Ketika didekati, bahwa benar itu adalah mayat dan evakuasi jenazah dilakukan bersama Nelayan Selat Akar yang lain, lantaran anggota hanya berdua di lokasi," ujarnya.
Selanjutnya jenazah dibawa ke Selatpanjang menggunakan speed boat Patroli. Sesampainya di Pelabuhan, anggota keluarga menyatakan jika itu adalah jenazah Zakaria yang menjadi korban terbakarnya KLM Samudera Indah. Zakaria (56) adalah koki kapal yang hilang bersama Kepala Kamar Mesin (KKM), Dedi Trisnawan (39) yang saat ini belum ditemukan.
"Jenazah tiba di Selatpanjang pukul 14:10 WIB dan langsung dibawa menggunakan Ambulance. Setibanya tadi, anak korban menyampaikan kalau mayat tersebut merupakan ayahnya," ungkap Jerry.
Diberitakan sebelumnya, Kapal KLM Samudera yang puluhan ton arang bakau dan terbakar di perairan Melai, Kecamatan Barat, Kebupaten Kepulauan , Riau. Dua awak kapal hilang.
Kepala Basarnas Pekanbaru, Ishak menjelaskan, kapal KLM Samudera yang mengangkut 84 ton arang bakau dan 50 ton tepung sagu itu, terbakar pada hari Rabu (16/2/2022) dini hari, sekitar jam 01.00 WIB.
Kapal KLM Samudera berangkat dari Selatpanjang dengan tujuan Batu Pahat ," kata Ishak di Pekanbaru, Rabu siang.
Akibat kejadian itu, dua awak kapal yang bernama Deddy Trisnawan dan Zakaria hilang. Sementara 6 orang lainnya yang berada di dalam kapal itu berhasil menyelamatkan diri.
"Hingga saat ini pencarian masih dilakukan oleh tim SAR gabungan," tutup Ishak.
Sebagaimana diketahui, pencarian terhadap awak kapal yang hilang juga dilakukan oleh tim gabungan dari Basarnas, dan TNI_Polri serta pihak terkait lainnya.
Adapun korban yang telah selamat yakni, Amir Hidayat sebagai nahkoda, kemudian 4 anak buah kapal (ABK) yakni, Afis Efendi, M Syahril, Abdul Jalil, M Sukiran, dan M Faddli Saputra, sedangkan satu ABK atas nama Zakaria telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Kemudian Deddy Trisnawan sebagai kepala kamar mesin (KKM) masih dalam pencarian.***