BAGANSIAPIAPI – Jembatan lintas Teluk Pulai–Panipahan yang menjadi akses utama warga Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, amblas, Sabtu (17/2/2026) sore. Jembatan yang berada di atas anak sungai Teluk Pulai itu menghubungkan Kepenghuluan Teluk Pulai dengan Panipahan, ibu kota kecamatan.

Amblasnya jembatan tersebut membuat akses transportasi warga terganggu dan berpotensi mengisolasi daerah Teluk Pulai. Pasalnya, jalur itu merupakan satu-satunya jalan darat yang digunakan masyarakat untuk menuju Panipahan.

Warga Teluk Pulai, Edi (36), menyebutkan jembatan yang dibangun dengan konstruksi semenisasi dan memiliki ketinggian cukup itu ambruk akibat abrasi gelombang air laut serta faktor usia bangunan yang sudah tua. “Usianya sudah tua, bangunan lama. Ini urat nadi masyarakat di sini,” ucapnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir segera turun tangan melakukan perbaikan. Menurutnya, jika dibiarkan terlalu lama, dampaknya akan sangat dirasakan masyarakat. “Ini jalan satu-satunya untuk ke Panipahan. Kalau tidak diperbaiki cepat, kasihan anak sekolah dan kami masyarakat di sini,” katanya.

Harapan serupa disampaikan warga lainnya. Mereka mengaku khawatir aktivitas sehari-hari, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga layanan dasar, akan semakin terganggu jika akses tersebut tidak segera dibenahi.

Sumber lain yang enggan disebutkan namanya menuturkan, selama ini masyarakat Teluk Pulai terbiasa bergotong royong jika terjadi kerusakan jalan atau jembatan. Bahkan, beberapa akses darurat pernah dibangun secara swadaya.

Ia mencontohkan jembatan Titi Payung di Jalan Bakti Panipahan yang sempat diperbaiki melalui donasi para pengusaha asal Panipahan yang membuka usaha di luar daerah. “Kalau rusak, warga biasanya gotong royong. Ada juga bantuan dari pengusaha Panipahan yang merantau,” ujarnya. ***