PEKANBARU - Wakil Gubernur Riau (Gubri) Brigjen TNI (Purn) H Edy Natar Nasution membatalkan Safari Ramadhan ke lingkungan masyarakat di beberapa kabupaten dan kota di Riau. Keputusan ini diambil menyusul adanya pemotongan anggaran bantuan untuk masjid sebesar 50 persen yang diperintahkan oleh Gubernur Riau.

Menurut Wagubri, pemotongan anggaran ini terjadi setelah kunjungan ke Kabupaten Siak, Rohil, Dumai, dan Kampar. Sesuai kesepakatan awal, bantuan tunai yang akan diserahkan Gubri dan Wagubri selama Safari Ramadhan masing-masing berjumlah Rp50 juta. Namun, Gubri memerintahkan pemotongan anggaran tim Wagubri menjadi Rp25 juta, sementara tim Gubri tetap Rp50 juta.

"Untuk itu saya membatalkan dan menghentikan Safari Ramadhan ini karena akan mengecewakan masyarakat dan saya juga tidak mau berbohong kepada masyarakat," ujar Wagubri Edy Natar Nasution, Kamis (6/4/2023) di Pekanbaru.

Wagubri menegaskan bahwa pemotongan anggaran ini merupakan bentuk ketidakadilan yang harus dihentikan. "Pemotongan anggaran ini dilakukan setelah kunjungan ke 4 ke Kabupaten Siak, Rohil, Dumai dan Kampar. Setelah jadwal seterusnya ada perintah dari beliau (Gubri. Red) untuk tim Wagubri dikurangi menjadi Rp25 juta," katanya.

Bantuan ini bukan berasal dari pribadi melainkan bantuan dari BRKS berupa CSR. Tahun lalu, baik tim Gubri maupun tim Wagubri sama-sama menyalurkan Rp50 juta untuk masjid. "Sekarang kok dibeda-bedakan dan beliau yang memerintahkan langsung," ucapnya.

Mantan Danrem 031 Wira Bima ini pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pembatalan Safari Ramadhan ini. "Maaf, saya tidak melanjutkan Safari Ramadan karena ada perlakuan yang tidak adil dari Gubernur. Saya harap masyarakat bisa memahami dan tidak kecewa dengan pembatalan yang saya lakukan ini," tutupnya. ***