PEKANBARU – Perbaikan Jalan Teladan di wilayah RW 10, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Bina Widya, telah diajukan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan pada 2023. Namun hingga kini, belum ada realisasi dari Pemerintah Kota Pekanbaru. Akibatnya, kondisi jalan makin memburuk dan tak lagi bisa dilalui.

Pantauan GoRiau di lokasi, Selasa (6/5/2025) pagi, jalan yang biasa digunakan warga dan mahasiswa dari arah Jalan Garuda Sakti Kilometer 1,5 menuju Jalan Merpati Sakti dan Jalan Bangau Sakti, kini sudah satu pekan terakhir tak bisa dilewati.

Kerusakan paling parah terjadi di depan SD Negeri 192 Pekanbaru. Badan jalan sepanjang 20 meter berubah menjadi kubangan besar yang penuh air dan makin meluas. Seluruh permukaan jalan terendam, dan bagian tengahnya semakin dalam. Saat hujan turun, genangan ini bahkan menjadi tempat bermain air bagi anak-anak sekitar.

Tepat di dekat gerbang sekolah, warga telah memasang beberapa batang bambu sebagai penanda larangan melintas. Warga dan mahasiswa yang hendak ke Jalan Merpati Sakti atau sebaliknya terpaksa memutar arah melalui Jalan kompleks Perumahan Asta Regency dan Perumahan Garuda Asta Regency.

Seorang ibu rumah tangga sempat disarankan untuk tidak menerobos kubangan air dan diminta memutar arah kendaraannya oleh tim GoRiau yang berada di lokasi.

"Banyak motor mahasiswa yang masuk bengkel karena mogok dan mati mesin di tengah kubangan itu, Bang. Mungkin mereka nekat lewat, padahal makin ke tengah makin dalam," ujar Feri, seorang mekanik bengkel di sekitar Jalan Garuda Sakti.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Simpang Baru, Roni Raharjo menjelaskan, pihaknya telah mengusulkan perbaikan Jalan Teladan dalam Musrenbang Kecamatan Bina Widya Tahun 2023.

"Di Musrenbang 2023 sudah kita ajukan, sepaket dengan Jalan Merpati. Tapi realisasinya belum ada sampai sekarang," jelas Roni.

Roni juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan anggota DPRD Pekanbaru Dapil Simpang Baru-Tuah Madani, Abu Bakar. Namun menurut informasi yang diterima, anggaran untuk perbaikan Jalan Teladan belum tersedia dalam waktu dekat.

"Budget baru tampak di 2026. Tahun 2025 ini gelap, kata Abu," ungkapnya.

Untuk sementara waktu, tambah Roni, pihaknya akan mengupayakan perbaikan dengan dana swadaya masyarakat.

"Kita sudah diskusi dengan beberapa tokoh masyarakat. Mungkin coba kita tangani dulu secara swadaya. Minimal penimbunan sementara dengan batu pecah atau timex. Nanti kita buka donasi bagi warga yang mau menyumbang," urainya. ***