
PEKANBARU – Bahaya mengintai para pengendara yang melintasi Jalan Siak II, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru. Pada salah satu titik di ruas jalan tersebut, tepatnya di atas aliran Sungai Umban, badan jalan dilaporkan mengalami amblas cukup parah dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Seorang pengendara yang berdomisili di Rumbai, Rahmat (34), mengatakan kondisi jalan tersebut semakin mengkhawatirkan, terutama pada bagian tepi jalan yang tampak tergerus dan terpisah dari badan jalan utama.
“Kalau malam hari itu sangat berbahaya. Tepi jalannya sudah seperti menganga, apalagi kalau hujan. Takutnya makin amblas dan kendaraan bisa langsung terperosok,” ujar Rahmat kepada Goriau, Selasa (20/1/2026) malam.
Ia menuturkan, Jalan Siak II merupakan akses vital yang setiap hari dilalui masyarakat Rumbai, termasuk kendaraan roda dua dan roda empat. Jika tidak segera ditangani, Rahmat khawatir kondisi tersebut dapat memutus arus lalu lintas dan memakan korban jiwa.
“Ini jalur ramai, bukan jalan sepi. Kalau dibiarkan, risikonya besar. Kami berharap segera ada penanganan serius,” katanya.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan Anggota DPRD Kota Pekanbaru Komisi III, Zulkardi. Ia menilai kerusakan jalan di atas Sungai Umban tersebut tidak bisa dianggap sepele, mengingat status Jalan Siak II sebagai jalan nasional yang memiliki intensitas lalu lintas tinggi.
“Kondisi ini sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan. Kami di DPRD tentu sangat khawatir, apalagi ini berada di atas aliran sungai. Jika terjadi amblas lanjutan, dampaknya bisa fatal,” ujar Zulkardi kepada Goriau sore ini.
Zulkardi meminta pemerintah, baik pusat maupun provinsi sebagai pemegang kewenangan jalan nasional, memberikan atensi khusus terhadap kerusakan tersebut. Ia juga mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru untuk aktif berkoordinasi agar perbaikan dapat segera dilakukan.
“Terlepas dari kewenangan, pemerintah daerah jangan tinggal diam. Harus ada komunikasi intensif dengan pihak terkait supaya perbaikan bisa segera direalisasikan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” tegasnya. ***