
PANGKALAN KERINCI – Setelah mentasbihkan diri sebagai Ketua PGRI Provinsi termuda di Indonesia, Dr. Muhammad Syafi'i SP.d M.Si juga menjadikan PGRI Riau terbaik satu nasional tahun 2022.
Senen (14/2/2022) bertempat di Gedung Datuk Laksamana Mangkudiraja, Pangkalan Kerinci, Syafi'i dilantik menjadi rektor Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia atau ITP Pelalawan Indonesia. Syafi'i menjadi rektor perguruan tinggi termuda di Riau.

Saat dilantik menjadi Ketua PGRI Riau tahun 2019 lalu masih berusia 38 tahun, hari ini rektor ITP Pelalawan Indonesia itu telah berusia 41 tahun. Usia millenial yang masih muda untuk jabatan rektor tentu tidak mudah bagi dosen pendidikan fisika ini.
"Tentunya ada langkah-langkah atau program yang jitu dalam membesarkan dan memperkenalkan kampus ITP Pelalawan Indonesia," kata Syafi'i, Senin (14/2/2022).
Saat dikonfirmasi usai pelantikan, dia menjelaskan dengan membawa tema 'Milenial Berkebun' ITP Pelalawan Indonesia akan menjadi kampus representatif bagi kalangan muda yang mengisi SDM bidang perkebunan pertanian skala Pelalawan, Riau atau bahkan Indonesia.
Wajar karena Pelalawan merupakan daerah perkebunan baik itu perkebunan kelapa sawit, karet, bahkan akasia," ujarnya.
Syafi'i juga menjelaskan untuk target awal dirinya akan fokus pada rekrutmen mahasiswa baru tahun akademik 2022-2023. Karena menurutnya penting untuk pondasi kekuatan kampus.
Berita Sebelumnya:
- Hadiri Pelantikan Rektor Baru ITP2I, Ini Pesan Penting Bupati Pelalawan
"Selanjutnya akreditasi akan kita naikan sebagai bentuk penjaminan mutu pendidikan tinggi terpenuhi agar masyarakat percaya dengan kampus kita ini. Hubungan dengan industri industri perkebunan akan kita upgrade dengan program Ikatan Dinas Perkebuan, dan kami nilai adalah hal yang baru di Indonesia hanya ada di Pelalawan, Riau ini," tandasnya.
Menurutnya, kampus sebagai daya dukung penyelenggaraan pendidikan tinggi sangat penting, maka setelah berdiskusi dengan Bupati Pelalawan, kampus yang sekarang ada di Kecamatan Langgam akan dipindahkan ke Pangkalan Kerinci.
Pangkalan Kerinci akan menjadi kampus utama sedangkan di Kecamatan Langgam akan menjadi laboratorium praktikum mahasiswa dan juga research center development kampus.
"Dengan dukungan masyarakat Pelalawan akan membuat Kampus ITP Pelalawan Indonesia menjadi kuat dan dipercaya masyarakat sehingga kualitas SDM di Pelalawan akan menjadi lebih baik," tutup Syafi'i.***