BLITAR -- Elvi Novianti (49) warga Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, ditemukan tewas bersimbah darah di ranjang, Kamis (7/10/2021) dini hari.

Beberapa jam kemudian, suami Elvi, Sukisno (59), ditemukan warga tergeletak dalam kondisi tidak sadarkan diri di bawah jembatan rel kereta api dengan kepala berdarah -darah.

''Yang bersangkutan (Sukisno) telah dibawa ke rumah sakit,'' ujar Kapolsek Garum Iptu M Burhanuddin kepada wartawan Kamis (7/10/2021), seperti dikutip dari Sindonews.com.

Sukisno sebelumnya tiba-tiba menghilang saat istrinya ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Mulut dan telinga Elvi berlumuran darah.

Darah juga mengucur dari lubang hidung dan kepala bagian kiri. Mengetahui itu. Rizaldi (20) anak kedua korban yang baru pulang kerja Kamis (7/10) dini hari, sontak membangunkan Rian kakaknya yang sedang tidur.

Saat darah dibersihkan, terlihat adanya luka di atas telinga kiri. Elvi dalam keadaan tewas. ''Ada luka memar dan retakan pada telinga kiri korban,'' kata Burhanuddin.

Sukisno, suami korban, sehari-hari bekerja sebagai buruh penggilingan jagung. Sebelum tiba-tiba menghilang. Informasi yang disampaikan keluarga, pada pukul 21.00 WIB, yang bersangkutan masih ada di rumah.

Sebelum masuk ke kamarnya, Rian melihat ayahnya masih menonton televisi sampai pukul 23.00 WIB. Sementara ibunya sudah berada di kamar adiknya (Saksi Rizaldi).

''Menurut saksi, malam itu ayahnya terlihat masih nonton televisi,'' kata Burhanuddin.

Sekitar pukul 06.30 WIB, Sukisno ditemukan warga tergeletak tak sadarkan diri di bawah jembatan rel kereta api setinggi 7 meter. Lokasi tersebut berjarak sekitar 500 meter dari rumah.

Kepala Sukisno terluka dan berdarah. Belum diketahui pasti, apakah luka tersebut akibat jatuh terpeselet, atau sengaja menjatuhkan diri. Sukisno langsung dilarikan ke RS Mardi Waluyo Kota Blitar. Spekulasi yang berkembang, Sukisno diduga yang menghabisi nyawa istrinya.

Setelah itu, yang bersangkutan mencoba bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari atas jembatan rel kereta. Sebab, hubungan pasangan suami istri tersebut sedang tidak harmonis. Sudah dua minggu terakhir keduanya pisah ranjang yang diduga dipicu kebiasaan korban Elvi yang gemar bermain HP. Namun, keduanya masih tinggal serumah.

Burhanuddin mengakui adanya dugaan tersebut (suami korban pelaku penganiayaan). Namun, hingga kini pihaknya belum bisa menyimpulkan. Selain memeriksa saksi-saksi, petugas juga masih menunggu hasil autopsi jenazah korban.

''Ada dugaan ke sana. Namun kita belum bisa menyimpulkan. Saat ini penyelidikan masih berjalan,'' papar Burhanuddin.***