JAKARTA - Herman Dzumafo menjadi salah satu pemain karatan yang sampai sekarang masih beredar di kompetisi kasta tertinggi. Dia tercatat sebagai pemain Bhayangkara FC di LIGA 1 2018.

Sekarang di usianya yang memasuki 39 tahun, pemain naturalisasi asal Kamerun itu masih berambisi untuk tampil di level tertinggi. Prioritasnya adalah negosiasi perpanjangan kontrak dengan Bhayangkara FC.

Ditanya bagaimana menjaga kebugarannya di tengah usia yang sudah hampir berkepala empat, Herman Dzumafo mengaku selalu disiplin dalam hidup. Terutama dalam menjaga asupan makanan dan menambah porsi latihan sendiri.

"Setiap hari menjaga fisik dengan joging. Selain itu saya juga selektif soal makan. Misalnya pantang makan gorengan, cabai, kalau nasi putih juga hanya sedikit. Kebanyakan saya makan nasi merah dan salad," tutur Herman Dzumafo.

Dengan menjaga asupan makanan yang ketat, Herman Dzumafo mengaku kondisi fisiknya sangat prima. Pola tidur juga harus diperhatikan. Jangan pernah begadang.

"Saya belum punya pikiran kapan pensiun. Karena saya masih kuat bermain di level tertinggi. Selain itu saya juga ingin menjadi contoh buat anak-anak muda. Bahwa saya yang hampir 39 tahun ini masih kuat main, jadi seharusnya anak-anak muda harus bisa melebihi saya," tutur Herman Dzumafo.

Untuk musim depan Herman Dzumafo mengungkapkan ingin mendapatkan hasil yang lebih baik dari musim 2018. Itu artinya kalau masih tetap di Bhayangkara FC, ia ingin membawa tim milik kepolisian ini menjadi juara. ***