PEKANBARU, GORIAU.COM - Kapolda Riau, Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan mengaku tidak percaya dengan pengakuan para nelayan Panipahan Rokan Hilir (Rohil), yang menyebut bahwa mereka selalu diusir sewaktu melaut, meski masih dalam kawasan perairan Indonesia.


"Tidak mungkin, Polisi Diraja Malaysia kan memiliki alat sendiri untuk mengetahui batas wilayahnya. Mungkin memang ada nelayan kita melewati batas, makanya diusir," ujar Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan, usai pelaksanaan kegiatan Sambang Nusa ke pulau Jemur, Rohil, Senin (13/4/2015).


Alasannya, tegas jendral bintang satu ini, kepolisian dan TNI sering berpatroli di wilayah perbatasan perairan, maka mustahil jika kegiatan itu luput dari pantauan. Selain itu, yakinnya, Polisi Diraja Malaysia tidak pernah masuk ke wilayah Indonesia.


Dolly juga meyakinkan, pihaknya juga pasti melakukan hal serupa terhadap nelayan asing, yang melaut di perairan Indonesia, khususnya di Riau. "Kita juga seperti itu, jika ada nelayan asing yang mulai memasuki perairan Indonesia, jelas kita halau (usir), begitu juga sebaliknya, nelayan Indonesia yang melaut di negara tetangga tentu dihalau," kata Dolly.


Polda Riau, kata Dolly, telah melakukan kerjasama dengan Polisi Diraja Malaysia, dengan patroli bersama (Rendevous) untuk saling mengetahui batas wilayah negara masing-masing. "Nelayan juga harus tahu mana batas-batas perairan negara kita, jangan jauh-jauh dari bibir pantai," pungkas Dolly. (had)