
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk segera melakukan intervensi terhadap kenaikan harga komoditas pangan. Hal ini disampaikan menyusul rilis data inflasi nasional yang menyentuh angka 3,19 persen secara tahunan pada Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi serta Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Triwulan II 2026 yang berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta, Senin (7/9/2026), Tito membeberkan bahwa secara bulanan inflasi Agustus 2026 juga mengalami kenaikan 0,21 persen dari Juli 2026. Laju inflasi ini sebagian besar didorong oleh kelompok makanan dan minuman.
Tito merinci sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang utama tekanan harga, yakni daging ayam ras, cabai rawit, ikan segar, dan beras. Oleh karena itu, ia meminta pemda merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memetakan wilayah mana saja yang membutuhkan langkah stabilisasi harga yang cepat.
"Yang perlu kita waspadai dan perlu kita intervensi agar harga, terutama makanan-minuman di wilayah yang spesifik ada datanya di BPS. Di daerah-daerah tersebut kita berikan atensi, dukungan, termasuk misalnya beras SPHP, pasar murah, dan lain-lain," paparnya.
Lebih lanjut, mantan Kapolri tersebut juga mengingatkan tentang potensi gangguan cuaca yang dapat mengganggu pasokan komoditas pangan ke pasar tradisional maupun modern.
"Kemudian, kami juga perlu waspadai potensi produksi yang bisa menurun karena adanya kemarau panjang, karhutla, dan lain-lain," lanjutnya.
Dalam agenda tersebut, dipaparkan juga capaian inflasi di berbagai daerah. Maluku Utara tercatat sebagai provinsi dengan inflasi tertinggi mencapai 5,28 persen. Di tingkat kabupaten, Kapuas menempati posisi teratas dengan 6,2 persen, disusul Kota Ternate dengan 5,75 persen. Sebaliknya, Tito mengapresiasi daerah yang berhasil menekan angka inflasi, seperti Provinsi Kalimantan Utara (2,17 persen), Kabupaten Morowali (1,22 persen), dan Kota Palopo (1,73 persen).
"Ini minggu lalu ini terbaik dari 98 kota yang ada, Kota Palopo. Terima kasih," ucapnya.
Senada dengan arahan tersebut, Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir menyoroti pentingnya menjaga stabilitas harga beras, ayam ras, dan cabai. Khusus untuk beras, ia mewanti-wanti pemda agar bergerak cepat guna mencegah harga telanjur melambung tinggi yang pada akhirnya membutuhkan waktu pemulihan lebih lama. Sementara untuk cabai, ia berharap program subsidi dan perluasan kebun dari Kementerian Pertanian dapat membantu menstabilkan harga di pasaran.
"Tentunya, kita berharap bahwa dalam beberapa bulan ke depan cabai itu tidak masuk lagi di dalam daftar yang naik-turun yang tajam," tuturnya.***