
BENGKALIS, GORIAU.COM - Wakil Ketua DPRD Bengkalis, H Indra Gunawan mengingatkan kepada Pemkab Bengkalis, untuk benar-benar mendata kelompok masyarakat calon penerima bantuan pemerintah sebagai program peningkatan ekonomi masyarakat.
Indra menengarai banyak bantuan pemerintah, seperti bantuan bibit karet, alat tangkap ikan mulai dari pompong hingga jaring yang tidak tepat sasaran. Banyak yang lebih layak dan patut menerima, dikarenakan yang bersangkutan tidak tergabung dalam wadah kelompok tani, maka yang bersangkutan tidak menerima.
''Memang ada beberapa keluhan dan permintaan yang masuk ke kita terkait pembagian bibit karet, pompong dan alat tangkap serta lainnya. Ya mereka agar bantuan tersebut benar-benar diberikan kepada yang berhak, karena disinyalir bantuan tersebut sebagian kurang tepat sasaran,'' ujar Indra Gunawan.
Satker terkait diminta agar mengecek ke lapangan setiap usulan yang disampaikan. Usulan yang disampaikan oleh kelompok tani harus benar-benar dikroscek, apakah benar memiliki lahan atau hanya sekadar mengusulkan.
''Untuk bantuan bibit karet misalnya, satker terkait harus benar-benar mengecek ke lapangan. Jangan sampai setelah bantuan diberikan lalu hilang entah ke mana, atau malah dijual,'' saran Indra.
Tidak hanya bantuan bibit karet, bantuan lain seperti alat tangkap ikan juga bisa disalahgunakan. Tidak orang Melayu menjadi nelayan. Juga tidak semua orang jawa menjadi petani. Intinya jika ingin program yang dijalankan tepat sasaran, pemerintah harus benar-benar tau siapa yang akan menerima bantuan,'' ungkapnya.
Dana Pendamping
Sementara Kadis Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Bengkalis, H Herman Mahmud mengatakan, tahun ini Pemkab kembali mengalokasikan anggaran untuk dana pendamping. Dana pendamping tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang sebelumnya menerima bantuan bibir karet dan lainnya.
''Bantuan yang diberikan itu tidak los begitu saja. Artinya, tahun 2013 kemarin ada kelompok tani yang menerima bibit karet, maka tahun 2014 ini akan kembali diberikan bantuan dalam bentuk dana pendamping. Dana pendamping itu untuk perawatan bibit yang sudah ditanam, bisa untuk pupuk, racun rumput dan lainnya,'' papar Herman.
Dana pendamping itu nanti akan terlihat, mana kelompok tani yang benar-benar memanfaatkan bantuan dengan menanam dilahan yang dimiliki, mana kelompok tani abal-abal.
''Akan ketahuan nanti, mana yang benar-benar serius menerima bantuan bibit lalu menanamnya, atau bibit yang ada hanya dibiarkan begitu saja,'' papar Herman.(jfk)