BANGKINANG, GORIAU.COM - Kemiskinan, hingga hari ini masih menjadi problematika mendasar yang harus dihadapi. Berbagai upaya dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan. Islam sebagai agama wahyu telah memberikan solusi ekonomi dalam upaya untuk mengentaskan kemiskinan. Salah satunya ialah melalui wakaf.

Wakaf adalah salah satu instrumen ekonomi Islam yang sangat unik dan khas dan tidak dimiliki oleh sistem ekonomi yang lain.

Hal ini disampaikan oleh Drs. H. Johari, MA yang tampil sebagai pembicara dalam acara kajian aktual Ikadi Kampar yang mengangkat tema ''Wakaf Tunai Solusi Sejahterakan Umat''. Acara dilaksanakan pada Sabtu (26/1/2013) di Masjid Al Kiram Bangkinang.

Selama ini ditengah masyarakat kita yang popular adalah wakaf harta yang tidak bergerak, seperti tanah, kebun atau bangunan, tapi wakaf harta yang bergerak seperti uang, ini masih langka. Padahal potensinya luar biasa. Wakaf tunai atau istilah yang lebih tepatnya wakaf uang, belakangan ini memang kembali dipopulerkan.

Bahkan pemerintah sudah membuat UU No 41 Tahun 2004, namun dikarenakan kurangnya sosialisasi sehingga potensi ini belum tergali maksimal.

Direktur BMT Al Hijrah yang juga dikenal sebagai penggiat BMT di Kabupaten Kampar, Syafrizal, SE yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa potensi penyerapan dana wakaf ini sangat luar biasa.

''Masyarakat Kampar yang rata-rata memiliki kebun sawit dan karet jika dalam satu hektar, kemudian mewakafkan sepuluh batang saja maka bisa dibayangkan besarnya potensi yang dapat diserap melalui wakaf ini. menurutnya tinggal bagaimana membuat lembaga yang amanah dan professional untuk menghimpun dana umat ini, dan Ikadi bisa memulainya,'' terang Syafrizal yang juga menjabat sebagai ketua forum bisnis Kampar ini.

Ketua PD Ikadi Kampar Tamaruddin, S.Pd.I menyampaikan, acara ini dilaksanakan dengan tujuan, pertama bedah kajian utama majalah mimbar ikadi Kampar, majalah pertiga bulan yang diterbitkan oleh ikadi Kampar. Yang kedua, Ikadi berharap kajian ini dapat membuka wawasan dan menambah keyakinan umat bahwa islam adalah solusi dalam berbagai hal termasuk yang kita angkat ini berkaitan dengan ekonomi.

''Ikadi sendiri berharap dengan diangkatnya kajian wakaf uang ini, semua pihak bisa terlibat, karena untuk berwakaf tidak mesti banyak kebun, tanah luas tapi cukup dengan uang dan juga tidak mesti kayak arena dengan system wakaf uang semua bisa berwakaf sesuai yang ia inginkan,'' pungkasnya. (rls)