
PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Perlunya upaya mengatasi permasalahan gangguan keamanan hutan berupa perambahan, ilegal loging, pembakaran hutan, perburuan liar, peredaran tumbuhan dan satwa liar ilegal, konflik satwa dan lainnya dilakukan dengan upaya pre-emtif seperti penyuluhan.
Terkait hal tersebut, bertempat di aula camp Flyng Squad WWF, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan telah diadakan sosialisasi seri loka latih perlindungan dan penegakan hukum kehutanan dan satwa liar di Taman Nasionan Teso Nilo (TNTN) tahun 2013 - 2014.
"Kegiatan yang digelar kemarin tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi, diantaranya perlunya komitmen dari seluruh aparat penegak hukum dan instansi terkait lainnya dan peningkatan sinergitas aparat dalam meningkatkan upaya penegakan hukum terhadap kejahatan perburuan dan perdagangan satwa ilegal,"terang Kapolres Pelalawan AKBP Aloysius Suprijadi melalui Kasubag Humas Polres Pelalawan AKP Lumban G Toruan, Sabtu (8/3/2014).
Dikatakan Lumban, perlunya pengembangan mekanisme insentif terhadap aparat penegak hukum dan petugas terkait serta anggota masyarakat yang turut mendukung keberhasilan upaya dalam penegakan hukum yang dilakukan.
"Perlunya mengintensifkan sosialisasi dan distribusi informasi mengenai perlindungan satwa dan peraturan perundangan,"tandasnya.
Lokalatih yang berlangsung diikuti oleh peserta berasal dari instansi, seperti PPH Kementrian Kehutanan, BBKSDA Riau dan jajaran, Balai TNTN, WWF Indonesia, Yayasan Teso Nilo, Kapolsek Ukui serta masyarakat sekitar.(rkn)