
TEBING TINGGI BARAT, GORIAU.COM - Kebakaran lahan perkebunan sagu dan karet milik warga di Desa Mengkikip, Kecamatan Tebingtinggi Barat, kini sudah mulai padam. Warga yang berjaga di lokasi juga sudah pulang ke rumah masing-masing. Bahkan beberapa warga langsung memanfaatkan lahan bekas kebakaran itu untuk bercocok tanam.
''Karena sudah turun hujan di lokasi kebakaran yang cukup lebat, otomatis telah memadamkan api. Walau masih terlihat asap, namun tidak lagi separah yang terjadi sebelumnya,” ujar Tarmizin, Kepala Desa Mengkikip saat dikonfirmasi wartawan Minggu (7/4/2013) terkait padamnya api pada lahan perkebunaa di Desa Mengkikip.
Tarmizi menyebutkan, warga desa yang bersiaga di lokasi menjaga kebun, saat ini juga sudah kembali ke rumah masing-masing. Meski api sudah tidak terlihat menjalar lagi seperti beberapa hari sebelumnya, tapi kata Tarmizi, di beberapa titik masih terlihat mengeluarkan asap karena masih ada bara api di dalam tanah akibat tanah gambut itu.
Untuk membantu warga yang kebunnya dilalap api, ia telah mencoba berkoordinasi dengan pihak terkait, namun hingga saat ini belum ada respon. “Saya sudah ke Dinas Kehutanan berharap ada bantuan. Namun Dishut hanya bisa membantu warga untuk bisa memadamkan api saja baru. Selain itu belum ada bantuan,” ungkapnya.
Sementara itu, beberapa warga Desa Mengkikip sudah mulai memanfaatkan lahan yang baru saja terbakar tersebut untuk bercocok tanam, seperti menanam bibit jagung, singkong dan lain sebagainya.
Di lahan yang apinya sudah benar-benar padam, warga mulai bercocok tanam untuk berkebun. Memang tidak banyak, sekitar 9 atau 10 orang saja,” ungkap Aprizal, (26), salah seorang warga desa tersebut.
Menurutnya, warga beranggapan lahan bekas kebakaran tersebut sangat bagus digunakan sebagai lahan perkebunan yang baru. (kpt)