BENGKALIS, GORIAU.COM - Kabupaten Bengkalis menjadi salah satu daerah percontohan dari 12 kabupaten kota di Riau untuk penerapan reformasi birokrasi oleh pemerintah pusat. Ini tentunya merupakan tantangan yang berat bagi seluruh aparatur di Negeri Junjungan dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, transparan dan akuntabel.

''Untuk itu seluruh aparatur dituntut profesional dan memberikan pelayanan terbaik secara transparan kepada masyarakat. Jangan bekerja untuk mencari hidup, tapi bekerjalah secara profesional dalam mengemban amanah yang diberikan. Anggaplah pekerjaan itu sebagai ibadah,'' ujar Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh ketika memberikan pengarahan pada acara pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim ) tingkat IV di Gedung Diklat, Rabu (24/4/2013). Bupati juga menekankan kepada para pejabat jangan berhenti belajar untuk menambah pengetahuan, jaga kreadibilitas dan jangan cepat menyerah.

Sebagai pelayan masyarakat, aparatur juga dituntut memiliki kemampuan problem solving atau menyelesaikan persoalan yang baik dalam upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat yang transparan.

''Jangan berhenti belajar, tingkatkan terus disiplin. Disiplin inilah yang menentukan kemajuan suatu negara dan telah dibuktikan oleh negara-negara maju saat ini. Pembelajaran yang kita dapat untuk diterapkan di lapangan,''pinta Bupati.

Pada kesempatan itu ia juga meminta kepada aparatur memiliki kemampuan dalam mengendalikan emosional, karena hal ini ju sangat menentukan keberhasilan setiap pekerjaan yang diamanhkan. Kepada 40 pejabat eselon IV yang mengikuti diklatpim ini, Bupati berharap agar mengikuti dengan serius sampai selesai.

''Manfaatkan diklat ini untuk belajar sebaik-baiknya. Pemkab menaruh perhatian besar terhadap pembangunan di bidang SDM,'' ujarnya.

Apalagi pejabat Eselon IV dituntut mampu menguasai teknis dan menyusun draf awal suatu konsep perencanaan pembangunan dan sebagainya. Kemudian harus mampu dan trampil memahami tupoksi. (jfk)