
PEKANBARU - Beberapa hari ini, Satuan Lalu Lintas Polresta Pekanbaru, Riau sedang gencar dengan aksi sapu bersih ranjau paku yang ditebar oleh orang tak bertanggung jawab dibeberapa ruas jalan. Tentu ini bisa membahayakan para pengendara.
Kenapa tidak, ranjau paku yang ditebar ini memberi efek ban menjadi kempis. Otomatis pengendara khususnya roda dua bakal hilang keseimbangan. Bila tak hati-hati, bukan tidak mungkin beresiko menimbulkan kecelakaan.
Namun fakta lain ditemukan polisi, lantaran dalam beberapa kali kegiatan bersih-bersih ranjau paku, petugas lalu lintas justru menemukan benda yang didominasi baut atau sekrup, bukan lagi paku seperti biasanya. Kenapa bisa begitu?
"Ini dugaan dan logika kita, baut kan memiliki ulir. Kalau menancap di ban, ulir ini akan mempercepat proses keluarnya angin melalui celah (ulir), hasilnya ban jadi lebih cepat kempis ketimbang paku yang bidangnya rata," beber Kasatlantas Polresta Pekanbaru, Kompol Zulanda.
Inilah yang diduga jadi alasan utama, kenapa jajarannya kerap menemukan baut dibanding paku saat melakukan aksi bersih ranjau paku di jalanan Kota Pekanbaru. "Mungkin, ini sengaja dilakukan orang tak bertanggung jawab," sebutnya saat berbincang dengan GoRiau.com.
Sebab itu, Zulanda menghimbau pengguna kendaraan khususnya roda dua supaya lebih waspada, karena dari kempisnya ban motor, bukan tidak mungkin berimbas pada aksi kejahatan yang belakangan punya banyak modus.
"Modus kejahatan jalanan kian berkembang, kita harap pengendara hati-hati dan hindari hal tersebut. Kalau ingin berhenti, cari lokasi yang ramai, terang dan aman. Kami akan terus berupaya membersihkan paku dan baut tersebut dari jalan," pungkasnya.
Beberapa hari lalu, personil Satlantas Polresta Pekanbaru berhasil menemukan sekitar 7 kilogram baut, paku serta bahan besi lainnya, saat melakukan bersih-bersih di ruas jalan layang (Flyover) Jalan Jenderal Sudirman-Harapan Raya. ***